Mencicipi Kuliner Unik di Kedai Tempo Dulu

Irisan sawi dan kacang hijau berperan menghijaukan nasi goreng. (MERAPI-SULISTYANTO)
Irisan sawi dan kacang hijau berperan menghijaukan nasi goreng. (MERAPI-SULISTYANTO)

JENIS nasi goreng cukup beragam, sebagian disesuaikan dengan bahan pendukungnya seperti nasi goreng daging kambing dan sapi. Ada lagi yang bisa disesuaikan warna, misalnya nasi goreng hijau sebab warna saat disajikan cenderung kehijauan. Nasi goreng unik ini bisa dijumpai di kuliner Tempo Dulu.

“Kami memberi nama nasi goreng hijau, alasannya antara lain saat memasak dipadu irisan sawi dan kacang panjang. Hasil akhirnya usai dimasak, nasi ada warna kehijauan juga, tapi ada warna lain seperti kuning telur serta bawang putih menjadi kecoklatan setelah ditumis,” ungkap pemilik kuliner Tempo Dulu, Dwiningsih kepada Merapi, baru-baru ini.

Ditemui di lokasi usahanya, kawasan Sidokarto Jalan Godean Km 8 Sleman, Dwi menjelaskan, nuansa khas hijau lainnya yakni bagian piring dilambari daun pisang kluthuk sebelum diberi nasi goreng yang sudah dicetak. Ada lagi warna hijau dari kemangi yang dijadikan sebagai lalaban bersama irisan mentimun serta tomat. Sedangkan bawang merah goreng memberi nuansa warna coklat dan irisan daging ayam, warna coklat muda.

Alhasil, jenis nasi goreng tanpa menggunakan kecap ini mempunyai tampilan warna cukup semarak. Warna hijaunya dari irisan sawi dan kacang panjang, meski diiris kecil-kecil namun sangat berperan ‘menghijaukan’ nasi goreng. Dengan kata lain, menjadikan nasi goreng cukup kental berwarna kehijauan.

Jenis nasi goreng unik lainnya, yakni nasi goreng thiwul. Masakan ini sebenarnya menggunakan bahan baku thiwul, tanpa ada nasi. Namun karena tata cara maupun bumbu-bumbunya seperti halnya nasi goreng, sehingga namanya ada kata nasi goreng.

“Hanya saja kami sering kesulitan mendapatkan thiwul kualitas bagus di pasar. Jadi kalau gak ada thiwul, terpaksa menu ini kosong,” kata Dwi.

Ditambahkan, ia memang pernah mencoba menggoreng thiwul menggunakan bumbu-bumbu nasi goreng. Masih dipadu juga dengan telur dan irisan daging ayam, ternyata ia dan keluarga merasakan enak, sehingga dijadikan menu makanan di Tempo Dulu. Beberapa peminat masakan unik, penyuka thiwul atau makanan tradisional, biasa memesan masakan ini. Dengan catatan, pihaknya bisa memperoleh bahan baku thiwul saat belanja di pasar.

Selain beberapa jenis nasi goreng, pihaknya pun menyediakan olahan dari ikan gurami, ayam, bebek, lele, nila, bawal, udang dan kerang. Setiap Ramadan datang, tak jarang beberapa kelompok di masyarakat, sekolah dan kampus memesan tempat untuk buka puasa bersama. Setelah itu selama Syawal ada pihak-pihak yang menggelar Syawalan di lokasi kuliner setempat. Adapun info selanjutnya bisa menghubungi di nomor HP 087738521698. (Yan)

Read previous post:
KECEWA DUKUH TERPILIH BUKAN WARGA ASLI-Ketua RT dan RW Kenteng Kompak Mundur

NANGGULAN (MERAPI) - Sembilan ketua RT dan tiga ketua RW di Dusun Kenteng, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo, kompak mundur,

Close