Tren Hidup Sehat, Kue Tanpa Tepung Terigu dan Gula Pasir

Tren Hidup Sehat, Kue Tanpa Tepung Terigu dan Gula Pasir
Kue Pie tanpa tepung terigu dan gula.

HAMPIR semua orang menyukai kue, baik anak-anak maupun dewasa. Sayangnya, bahan dasar kue yang mengandung gluten, tinggi gula, dan produk turunan susu menjadikan kue masuk makanan yang dihindari pengidap diabetes, autisme, alergi, para vegan (hanya makan sumber makanan nabati), hingga mereka yang tengah diet kalori. Tahu akan bahaya gluten dan gula, Aris Setiawan (24) berinovasi dengan menciptakan kue bebas gluten (gluten free) dan rendah gula.

Tren gaya hidup sehat yang mulai dipilih masyarakat menjadikan pria yang akrab disapa Wawan ini mantap menekuni bisnis kue dengan brand Chew. Wawan membuat kue dengan memanfaatkan bahan dasar organik, tanpa tepung terigu, gula pasir, telur, susu, dan produk turunannya. Meski demikian, kue Chew tetap memiliki rasa yang unik dan enak serta dapat disantap setiap orang tanpa takut alergi.

Tren Hidup Sehat, Kue Tanpa Tepung Terigu dan Gula Pasir
Aris Setiawan menunjukkan potongan kue Pie tanpa tepung terigu dan gula buatannya.

Menurut Wawan, membuat kue tanpa tepung terigu dan gula pasir merupakan tantangan tersendiri baginya. Pasalnya, minat masyarakat terhadap makanan tanpa tepung terigu masih minim. Selain itu, pemilihan bahan baku agar rasa yang dihasilkan sesuai dengan keinginan konsumen juga menjadi tantangan baginya. Sejauh ini, Wawan menggunakan tepung beras organi dan tepung pisang untuk menggantikan penggunaan tepung terigu.

“Bagi saya membuat makanan sehat yang enak dan dapat menyasar semua kalangan adalah tantangan. Jadi kue tanpa tepung terigu ini bukan hanya sekedar makanan sehat, tapi juga kampanye untuk menggunakan produk lokal, hasil pertanian kita. Terigu kan impor, kalau tepung beras atau tepung pisang dihasilkan oleh petani kita. Selain itu juga lebih sehat dan bisa jadi alternatif,” jelasnya saat ditemui di kawasan Caturtunggal, Depok, Sleman.

Bisnis kue sehat yang dijalankan sejak 2016 lalu, telah menghasilkan beberapa resep kue tanpa menggunakan tepung terigu dan gula pasir. Namun, yang menjadi andalan Chew dan masih eksis dijual hingga sekarang adalah dua kue basah, yakni Pie dan Banana Cake. Menurut Wawan, kue basah buatannya bisa bertahan hingga delapan hari jika disimpan dalam lemari pendingin. Sedangkan dalam suhu ruangan, kuenya hanya bertahan satu hingga dua hari saja.

Sejauh ini, Wawan menjual kue sehatnya melalui media online dan menitipkan ke beberapa cafe di Yogyakarta. Untuk harga, kue Pie yang telah dipotong dibanderol Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu, sedangkan untuk satu loyang umum di jual Rp 80 ribu. Dalam sebulan, Wawan bisa menjual 15-20 loyang. Namun, jika ada even dirinya bisa menghabiskan 20-30 loyang perbulannya.

“Respon masyarakat tidak terlalu baik juga tidak buruk. Tapi kalau dibandingkan dengan masyarakat luar negeri masih jauh tertinggal. Saya punya mimpi agar masyarakat sadar akan pentingnya makanan sehat, khususnya non terigu dan non gula pasir. Harapannya melalui kue ini dapat menginspirasi banyak orang serta menyebarkan isu lingkungan khususnya makanan sehat dari alam. Selain itu, saya juga terbuka untuk berbagi ilmu dan resep agar kesadaran dan pengetahuan masyarakat tinggi terkait makanan sehat,” pungkasnya. C-2

Read previous post:
RAP Positif Difteri
RAP Positif Difteri

KARANGANYAR (MERAPI) - Pasien ruang isolasi RSUD Karanganyar, RAP (8) positif menderita difteri. Sedangkan suspect lainnya, DW (26) dinyatakan negatif.

Close