Rak Tanaman Berbahan Limbah Kayu Jati

MERAPI-SULISTYANTO
Rak tanaman hias terbuat dari limbah kayu jati dalam tahap finishing.

ANEKA tanaman hias maupun bonsai yang sudah ditanam di pot-pot cukup luwes penempatannya. Ketika ditempatkan di suatu rak, apalagi raknya bernuansa alami akan semakin indah dipandang. Contoh alasan seperti ini menjadikan Lulus Sudianto semakin sering membuat rak tanaman menggunakan limbah kayu jati.

Selain dibuat menjadi rak tanaman, limbah kayu jati yang banyak diperoleh dari Blora biasa juga ia jadikan bahan membuat mebel terutama meja-kursi. Bahkan dapat disulap menjadi aneka benda bernuansa seni yang juga mempunyai fungsi seperti piring, mangkok, asbak dan tempat menggantung kunci-kunci. Aneka benda seni antara lain dapat dibentuk menjadi ikan, kepala elang/rajawali dan ayam. Jenis ikannya bahkan bisa bermacam-macam, misalnya, louhan, merlin, selfis, arwana, koki, layur dan ikan labi-labi.

“Khususnya rak tanaman yang berbahan limbah kayu jati semakin banyak yang memesan. Sejak ada pandemi Covid-19, semakin banyak yang senang tanaman hias lalu untuk menempatkan koleksi tanaman bisa menggunakan rak-rak, misalnya yang terbuat dari limbah kayu jati seperti ini,” ungkap Lulus, Jumat (20/11).

Ditemui di lokasi usahanya Teak Art & Furniture kompleks Pasar Tlogorejo 2, kios KLB 27 – 28, Jalan Godean Km 4,5 Sleman, Lulus menjelaskan, harga rak tersebut terutama dipengaruhi ukuran serta tingkat kerumitan dalam membuat. Namun yang jelas menggunakan limbah kayu jati dengan umur sudah ratusan tahun atau setengah fosil. Limbah kayu jati di Blora, antara lain berwujud tonggak atau bonggol tanaman kayu jati sudah terpendam lama di tanah. Selanjutnya tanah akan diolah menjadi lahan pertanian, misalnya untuk menanam palawija, sehingga limbah kayu jati tersebut dijualbelikan.

“Saya juga mempunyai beberapa pengepul limbah kayu jati. Selain di sini ada juga workshop di Blora, tapi sejak ada pandemi virus Corona, banyak barang yang saya bawa ke Jogja. Apalagi sejak ada pandemi Covid-19 untuk dijual di Jakarta sedang sulit,” jelas Lulus yang lahir di Blora, namun sejak 1995 sudah tinggal di Yogya.

Menurutnya, rak tanaman dan aneka barang terbuat dari limbah kayu jati dibuat sesuai dengan rancangannya sendiri. Namun ketika ada konsumen mempunyai rancangan atau desain sendiri, ia berusaha bisa mengikuti kehendak konsumen. Desain atau gambar rancangan yang dikehendaki bahkan dapat dikirim lewat HP ataupun bisa konsultasi dulu, yakni lewat nomor HP-nya 081325113131. Adapun harga barang terbuat dari limbah kayu jati paling murah, yakni wujud piring cukup Rp 30.000 perbiji. Rak tanaman dari Rp 400.000 sampai Rp 1 juta. Sedangkan yang paling mahal, satu set meja-kursi terbuat dari tunggak kayu jati tanpa sambungan, kisaran Rp 12 juta (satu meja dan empat kursi). (Yan)

Read previous post:
Perajin Sangkar Burung Kulonprogo Banjir Pesanan

TAK banyak pelaku usaha yang bisa bertahan dengan gempuran pandemi Covid-19. Sebagian besar mengalami penurunan pendapatan, sebagian lain bahkan terpaksa

Close