KOPDAR SAHABAT GRABCAR COMMUNITY (SGC)-X DIY: Saling Semangati dan Jaga Kekompakan

MERAPI-SULISTYANTO
Makan bersama model prasmanan biasa menjadi tahapan saat kopdar SGC-X DIY.

KOMUNITAS bernama Sahabat GrabCar Community (SGC)-X Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sekarang ini, mempunyai anggota 111 driver (sopir) Grab Car. Sebelum ada pandemi Covid-19 rutin menggelar kopi darat (kopdar), sebab ada banyak manfaat bisa didapat. Sedangkan kopdar setelah ada pandemi Covid-19 dan belum berakhir sampai sekarang, dilaksanakan pertengahan pekan ini dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Ketua SGC-X DIY, Gempur Radityo Purwo, beberapa manfaat dari kegiatan kopdar antara lain, bisa menjadi ajang saling silaturahmi ataupun berkenalan, apalagi masih ada yang belum kenal meski sesama anggota SGC-X. Selain itu juga dapat sebagai sarana menjaga kekompakan, persatuan-kesatuan dan saling menyemangati untuk bekerja lebih giat serta profesional. Kegiatan kopdar biasa dilaksanakan di lokasi kuliner, sehingga bisa ada sesi makan bersama tanpa merepotkan anggota.

“Seperti sekarang ini, kami memilih di kompleks kuliner Gupit Indah di Godean Sleman. Harga menu masakan terjangkau, suasananya enak dan nyaman. Kalau kopdar di rumah salah satu anggota, takutnya malah merepotkan seperti ketika harus menyiapkan konsumsi,” jelasnya.

Beberapa rangkaian acara dalam kopdar tersebut, lanjut Gempur, antara lain ada rapat (musyawarah), tanya-jawab, makan bersama dan ramah tamah. Setelah acara makan bersama biasa model prasmanan, lalu disambung acara bebas, misalnya boleh karaoke maupun memancing ikan. Kebetulan juga di kompleks kuliner setempat ada fasilitas tersebut. Sedangkan rapat pada kesempatan tersebut, antara lain membahas seputar kebijakan dari kantor Grab, yaitu adanya pergantian skema insentif menjadi garansi pendapatan dan sudah diterapkan, belum lama ini. Perwakilan manajemen kantor Grab pun hadir dalam sesi acara ini, sehingga anggota SGC-X bisa bertanya langsung, misalnya bagaimana cara penghitungannya.

“Kopdar sekarang ini yang bisa hadir sekitar 80 persen dari total jumlah anggota SGC-X. Lainnya izin tidak bisa berangkat, karena ada barengan acara yang tak dapat ditinggalkan,” ungkap Gempur.

Salah satu penasihat SGC-X, Andre menegaskan, dengan kegiatan kopdar juga bisa menjadi sarana membahas suatu permasalahan ataupun kendala-kendala yang dihadapi driver Grab Car. Apalagi sejak ada pandemi Covid-19, mayoritas driver merasakan banyak penurunan pendapatan, sebab dampak dari pandemi tersebut. Wajar juga jika ada yang perlu mencari usaha lain, atau bahkan ganti profesi dahulu menerjuni usaha lain. Ada lagi mobil yang biasa dioperasikan sifatnya menyewa, maka dikembalikan dahulu kepada pemiliknya. Ketika ada pergantian skema insentif menjadi garansi pendapatan, ada beberapa hal yang menjadi keberatan bagi driver, misalnya tak ada bonus lagi. “Semoga dalam waktu dekat bisa dicari jalan tengahnya, sehingga tak merugikan driver yang sejak Maret 2020 lalu, banyak yang merasa terpuruk, karena dampak dari pandemi Covid-19,” jelas Andre. (Yan)

Read previous post:
Menhan Prabowo: Hutan Harus Jadi Sumber Lapangan Kerja

DEPOK (MERAPI) - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berharap sektor kehutanan di Indonesia mampu menjadi sumber terobosan bisnis serta menciptakan lowongan

Close