GOJEK TERAPKAN TEKNOLOGI CANGGIH – RUU PDP Lindungi Keamanan Data Pribadi

MERAPI-AWAN TURSENO   Dari kanan : Ardhanti Nurwidya, Meutya Viada Hafid dan Slamet Santoso usai memaparkan terkait UU Perlindungan Data Pribadi.
MERAPI-AWAN TURSENO
Dari kanan : Ardhanti Nurwidya, Meutya Viada Hafid dan Slamet Santoso usai memaparkan terkait UU Perlindungan Data Pribadi.

MERAPI (MERAPI) – Perkembangan era teknologi informasi seperti saat ini, masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Sehingga diperlukan upaya peningkatan literasi digital oleh berbagai pihak baik pemerintah maupun perusahaan (stakeholder).

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid menyampaikan, pemerintah bersama Komisi I DPR RI saat ini sedang membahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Pembentukan regulasi itu dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia dari isu Penyalahgunaan data pribadi di era digital.
“Komisi I DPR RI telah berkomitmen nantinya UU PDP dapat menjadi payung hukum bagi masyarakat terkait kerahasiaan data pribadi,” kata Meutya Viada dalam Diskusi Publik Berintrraksi di Planform Digital dengan Aman dan Nyaman di Auditorium Fisipol UGM, Kamis (12/3).

Dalam pembahasan Rancangan UU PDP, menekankan pentingnya peran strategis pengendali data baik sebagai data Pengendali (controler) maupun prosesor data (data processor). Yaitu melalui tata kelola data yang baik, teknologi memadai, Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten serta perjanjian yang sesuai.
“Menjaga keamanan data pribadi adalah tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun stakeholder. Gojek, yang memanfaatkan aplikasi teknologi telah menerapkan perlindungan data pribadi bagi pelanggannya,” tegas Meutya.

Plt Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menjelaskan, kondisi di Indonesia sangat unik. Pengguna internet sangat tinggi mencapai lebih dari 170 juta pengguna. Namun, tingkat literasi digital masyarakat masih tergolong rendah.
“Agar tak kehilangan momentum, kita harus bekerja keras bersama-sama meningkatkan literasi digital masyarakat. Hal ini menjadi prioritas kami di Kominfo,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, Kemkominfo RI terus meningkatkan literasi digital. Hal ini dilakukan seiring dengan akan terbitnya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi sebagai payung hukum yang mengatur standar perlindungan data pribadi masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah Gojek sebagai pemain di industri yang tanggap dalam melihat situasi ini dan memasukkan edukasi sebagai salah satu fokus melalui program peningkatan literasi digital bagi masyarakat luas yang berkelanjutan,” tegas Agus.

Ardhanti Nurwidya, Senior Manager Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek mengutarakan, keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama Gojek. Berbagai investasi telah dialokasikan guna menjaga keamanan dan kepercayaan pelanggan maupun mitra.
“Komintmen kami telah ditunjukkan dengan pemanfaatan teknologi terkini dan tercanggih untuk memberi rasa aman kepada konsumen. Dua minggu lalu kami telah meluncurkan Inisiatif#AmanBersamaGojek,” terangnya.

Begitu pula guna memastikan keamanan pengguna selama memanfaatkan aplikasi, Gojek menerapkan teknologi yang disebut Gojek SHIELD. Aplikasi ini memastikan keamanan dari sebelum memulai perjalanan, selama perjalanan dan pada saat darurat. Fitur tersebut diantaranya penyamaran nomor telepon baik pengguna maupun mitra driver, fitur bagikan perjalanan serta tombol darurat yang terhubung dengan Customer Care dan Unit Darurat yang siaga 24 jam. (Awn)

Read previous post:
ilustrasi
Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Sesama Jenis

SEMARANG (MERAPI)-Polda Jateng membongkar praktik prostitusi sesama jenis lewat medsos dengan modus membuka jasa pijat plus. Dua orang lelaki beriniaial

Close