Sri Puji Astuti Pejuang HAKI Batik Pesantenan

Batik Pesantenan kreasi Sri Puji Astuti. (Foto/Alwi Alaydrus)
Batik Pesantenan kreasi Sri Puji Astuti. (Foto/Alwi Alaydrus)

PATI (MERAPI) – Dari sebuah desa pelosok, yakni Mojomulya kecamatan Tambakromo, justru memunculkan pejuang seni batik yang sangat luar biasa. Dia adalah Sri Puji Astuti yang berhasil menggolkan puluhan nama batik Pesantenan Pati mendapat HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dari KemenhukHam.

“Kami berjuang agar batik Pesantenan Pati tidak diaku daerah lain atau negara luar” kata Puji, demikian dia biasa dipanggil.

Perjuangan yang dilakukan Puji, dimulai sejak tahun 2015, atau tiga tahun setelah dia menekuni seni membuat kain batik. Mengandalkan smoke (warna tidak merata) sebagai ciri khas pada lukisan batiknya, Puji mampu menghantar 19 jenis batik motiv situs budaya mendapat HAKI. Diantaranya, batik Gerbang Majapahit, Genuk Kemiri, Asem Kernis, dan Kentheng Nyai Ngerang.

Untuk membuat kain batik tersebut, Puji mengaku, awalnya harus mendatangkan sejumlah guru membatik kesohor dari Solo dan Yogyakarta. “Sejumlah remaja yang semula boro kerja di kota besar, lalu bergabung untuk mengikuti pelatihan membuat batik” tuturnya, Rabu (6/11).

“Pada tahun 2019 ini, kami berhasil lagi mendapat 23 sertifikat HAKI. Diantaranya batik motiv Gunung Panguripan, Gunung Kendeng, Parang Rajawali, Burung Mangaran Daun, Kidang Telangkat, Peksi Migelning Sawahan, Arjuna Krisna, Lereng Bekicot Cumpil, dan Lereng Ukir Majapahit.

Selain itu, juga motiv Mobil Antik, Sulur Bunga Rosela, Lulungan Strawbery. Sekar Kantong Semar, Sekar Jagat Bumi Pesantenan, Tebar Harum Melati, Anugerah Mina Pesantenan, Burung Merak Hijau.

Untuk memenuhi membanjirnya pesanan batik Pesantenan ke pasar nasional maupun internasional, Sri Puji Astuti dibantu 270 perajin binaan. “Setiap harinya, kami harus bisa menemukan minimal satu warna baru. Ditambah penguatan unsur peneraan malam dalam proses pembatikan. Itu demi kepuasan pelanggan” tuturnya.

Sementara itu, Asisten I pemkab Pati, DR H Mohtar mengaku bangga batik Pesantenan asal Tambakromo berhasil menembus pasar internasional. “Pemkab akan selalu memberikan pendampingan terhadap UMKM” ujarnya. (Cuk)

Read previous post:
Dirampok Pemabuk, Kepala Remaja Disabet Pedang

SLEMAN (MERAP)- Dua orang pemabuk bikin ulah di kawasan Denggung tepatnya di depan rumah Dinas Bupati Sleman. Mereka merampok HP

Close