JOGJA FASHION CARNIVAL KE-14: Kostum Flora dan Fauna Sangat Menarik

MERAPI - WULAN YANUARWATI  Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja saat jumpa pers terkait Jogja Fashion Carnival, Jumat (1/11) di Kantor Dinas Pariwisata DIY.
MERAPI – WULAN YANUARWATI
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja saat jumpa pers terkait Jogja Fashion Carnival, Jumat (1/11) di Kantor Dinas Pariwisata DIY.

BANGUNTAPAN (MERAPI) – Dinas Pariwisata DIY kembali menyelenggarakan event Jogja Fashion Carnival ke-14 bertajuk ‘Jantaka Anargya’, yang bermakna merubah atau membuat sesuatu yang ada di sekeliling kita menjadi sesuatu yang bernilai tinggi dengan memanfaatkan barang yang dianggap sudah tidak berguna lagi (recycle). Acaea dilaksanakan Minggu (3/11) mulai pukul 14.30 di sepanjang Jalan Malioboro dengan panggung utama di depan Gedung DPRD DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja mengatakan, tema sustainable diambil berkaitan dengan isu global terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini sehingga ada upaya melakukan kepedulian terhadap lingkungan.

“Merupakan bagian dari Jogja Fashion Week, sehingga mengikuti tema sustainable yang diangkat. Lomba karnaval juga menggunakan kostum dalam dua kategori, yaitu flora (tumbuhan) dan fauna (hewan),” ungkapnya saat jumpa pers, Jumat (1/11) di Kantor Dinas Pariwisata DIY.

Total peserta berjumlah 28 kelompok yang terdiri dari 5 kelompok bintang tamu dan 22 kelompok yang mengikuti lomba karnaval, menggunakan tema kostum yang telah ditetapkan serta akan dinilai oleh 5 orang dewan juri dari berbagai bidang ilmu dari unsur pemerintahan, budayawan, dan fashion.

Bintang tamu terdiri dari Jember Society, Banyuwangi Ernocarnival, Salatiga Carnival Center, Tim Carnaval FT UNY, dan tim mitra Pariwisata DIY. Sedangkan 22 kelompok lainnya berasal dari DIY, Solo, Kebumen, dan Cilacap.

“Fashion akan menjadi andalan Pariwisata. Potensi dari sisi kreatifitas apalagi di Yogyakarta sangat luar biasa. Bahan-bahan dipadu padankan dan dikreasikan menjadi produk yang unggul,” tutup Singgih. (C-4).

Read previous post:
CAKADES KEDUNGKERIS SUMPONO SE: Ciptakan Ekonomi, Siosial dan Budaya yang Terintegrasi

EKONOMI, Sosial dan Budaya (Ekososbud) yang terintegrasi menjadi visi bagi Sumpono sebagai salah satu Calon Kepala Desa Kedungkeris. Berpegang pada

Close