Catat Tanggalnya, Malioboro Coffee Night Kembali Digelar

FESTIVAL kopi bertajuk Malioboro Coffee Night kembali digelar tahun ini di pedestrian Malioboro, Rabu (2/10) mendatang. Festival kopi untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke-263 tahun ini tak hanya membagikan kopi secara gratis. Namun juga mengusung sisi edukasi kopi dan batik karena bersamaan dengan Hari Batik Nasional.

“Selama ini Malioboro Coffee Night hanya sebatas membagi kopi gratis. Ada penambahan dari sisi konten acara. Maka pada tahun ini kami ada upaya agar ada kesan dan pesan kepada pengunjung ada unsur edukasinya,” kata Ketua Panitia Malioboro Coffee Night, Anggi Dita dalam jumpa pers, Rabu (25/9).

Unsur edukasi dalam kegiatan yang diadakan Komunitas Kopi Nusantara dan Pemkot Yogyakarta itu terkait kopi dan batik. Edukasi kopi melalui beberapa kegiatan pre-event pada 30 Oktober- 1 Oktober 2019 di Loko Coffee Shop. Ada bursa kopi yang mengakomodasi petani dan prosesor utuk mengenalkan kopi dari beberapa daerah masing-masing. Ada juga dialog diplomasi kopi regional yang mengundang tokoh penggiat kopi, budayawan, seniman, komunitas, pejabat dan pengusaha. Selain itu ada kompetisi Jogja Aeropress Championship yang diikuti 54 barista .

“Dalam kegiatan bursa kopi akan memperkenalkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Ada 20 perwakilan di antaranya dari Aceh, Palembang, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Toraja dan Papua. Masyarakat bisa membeli hasil olahan atau produk dari petani kopi secara langsung,” terangnya.

Sedangkan puncak acara Malioboro Coffee Night pada 2 Oktober dilaksanakan di tiga titik yaitu depan Kepatihan, depan Malioboro Mall dan Loko Coffee Shop. Ada sekitar 110 penggiat kopi dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari kedai minuman kopi hingga produk turunan kopi seperti asesoris.

“Setelah pembukaan sekitar pukul 09.00 WIB sampai 03.00 WIB ada kopi gratis bagi masyarakat yang berkunjung ke Malioboro Coffee Night. Jumlah kami tidak kami batasi. Selama persediaan ada kami berikan gratis,” papar Anggi.

Namun diakuinya kopi yang disediakan gratis, secukupnya, karena akan menjadi bagian dari edukasi apresiasi masyarakat terhadap kopi. Termasuk untuk mengukur masyarakat datang hanya saat ada kopi gratis saja atau bersedia tidak membeli kopi sendiri sebagai bentuk apresiasi. Dalam kegiatan itu juga akan dimeraihkan musisi di antaranya Katon Bagaskara, dan Langit Sore.

Sementara itu penggiat kopi Agus Prasetyo menyebut konsumsi kopi masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain yakni hanya 1,3 kg/kapita/tahun, walaupun sebagai negera produsen kopi. Namun sejak 2012 kopi mengeliat da masuk sebagai salah satu soko guru perekonomian Indonesia.

“Malioboro adalah ruang publik menarik untuk diskusi dan menikmati kopi,” pungkasnya. (Tri)

Read previous post:
Zona Madhang Hadir di SCH

EVEN bertajuk Fix Fun Fest 2019 akan digelar di Sleman City Hall (SCH) kawasan Jalan Magelang Sleman, 27-29 September 2019.

Close