USAHA COR LOGAM MILIK SUGENG: Siap Kalahkan Produk Cina

MERAPI-ATIEK WIDYATUTI H  Aktivitas pembuatan kerajinan cor logam milik Sugeng.
MERAPI-ATIEK WIDYATUTI H
Aktivitas pembuatan kerajinan cor logam milik Sugeng.

SEKILAS tidak ada yang membedakan ketika memasuki sebuah bangunan berwarna hijau itu. Di depan ada pagar yang hanya terbuka sedikit. Saat masuk ke halamam, terdapat mobil dan beberapa kursi serta meja tamu.

Namun begitu memasuki rumahnya, mulai terdengar suara orang sedang mengelas. Namun tidak berisik. Di lorong menuju bagian dalam, terdapat sejumlah aksesoris. Seperti kalung, cincing, gantungan kunci dan beberapa medali yang sering dibagikan ketika ada event fun run atau lari santai.

Sang empu Sugeng Prawoto (54) mengubah tempat tinggalnya menjadi industri rumahan berupa cor logam. Tak heran, kalau di dalamnya terserakan banyak logam. Ya, sejak 2007 lalu rumah warga Dusun Noyokerten Desa Sendangtirto Kecamatan Berbah tersebut tidak sekedar untuk tempat tinggal saja. Namun juga untuk usaha.

Pengalaman di kerajinan cor logam dia dapat setelah satu dekade bekerja di perusahaan logam di Korea. Teknologi tersebut dia bawa pulang untuk memulai usaha mandiri dan dia beri nama Tin Art. “Jadi ide awal memulai kerajinan ini ada pengalaman kerja di perusahaan Korea. Dari yang awalnya saya hanya karyawan saja. Sekarang saya sudah mampu mempekerjakan 11 karyawan dan semuanya ada warga sekitar,” ujarnya, Senin (26/8).

Tak heran, meski termasuk industri rumahan. Namun jumlah produk yang dia hasilnya bisa dalam jumlah besar. Satu mesin mampu memproduksi hingga 1.000 piece produk.

Untuk produk yang dia hasilkan adalah sesuai permintaan pasar. Medali misalnya. Saat ini cukup sering ada event fun run. Baik penyelenggaranya pemerintah, swasta maupun BUMN. Jadi dia juga sudah terbiasa menerima orderan dalam jumlah besar.Produk dari Sugeng ini sudah tersebar di hampir seluruh nusantara. Bahkan ada yang sampai ekspor. Hanya saja masih setengah jadi dan masih harus melalui pihak ketiga.

Ketika disinggung tantangan dari industri ini, Sugeng langsung menyebutkan bahwa China menjadi pesaing utamanya. Namun dia tidak takut bersaing dengan negeri Tirai Bambu tersebut. Bahkan optimis bisa mengunggulinya.

“Tinggal kita ikuti saja trend di sana apa. Lalu kita buat produk dan dilepas ke pasar. Tetap ada peminatnya. Karena dari sana juga sering meniru produk Indonesia. Menurut saya, China itu punya intelejen market. Tak heran kalau tahu apa yang sedang tren di seluruh dunia. Termasuk trend di Indonesia ditiru sama mereka. Tinggal kita ikuti saja,” tegasnya. (Awh)

Read previous post:
Honor Saksi TPS Dikemplang, Koordinator Lapor Polisi

SOLO (MERAPI) - Merasa dicurangi, seorang koordinator saksi pemilu dari salah satu DPC Parpol di Solo melapor ke polisi. Ia

Close