DORONG KOMUNIKASI DALAM KELUARGA – Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gadget

MERAPI-ISTIMEWA  Penandatanganan pencanangam Gerakan Kembali ke Meja Makan 18-21 tanpa gadget.
MERAPI-ISTIMEWA
Penandatanganan pencanangam Gerakan Kembali ke Meja Makan 18-21 tanpa gadget.

KOMUNIKASI tatap muka langsung dalam keluarga kini semakin berkurang seiring dengan kesibukkan dan penggunaan gadget atau gawai yang tidak terkontrol. Atas kondisi tersebut Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogya menggulirkan Gerakan Kembali ke Meja Makan 18-21 Tanpa Gadget. Keluarga bisa berkomunikasi sambil makan bersama.

“Meja makan sebagai media mempersatukan keluarga. Semua anggota keluarga berkumpul untuk saling berkomunikasi tanpa memegang gadget,” kata Penjabat Sekda Pemkot Yogyakarta Heri Karyawan saat pencanangan Gerakan Kembali ke Meja Makan 18-21 Tanpa Gadget di Balaikota, Kamis (22/8).

Dia menuturkan Gerakan Kembali ke Meja Makan dilakukan selama pukul 18.00 hingga 21.00 WIB di meja makan di rumah. Seluruh anggota keluarga harus melepaskan dari komunikasi gadget masing-masing. Ada waktu tiga jam untuk kebersamaan keluarga dan membangun interaksi yang berkualitas.

Namun diakuinya gerakan itu tidak mudah diterapkan di tengah godaan teknologi gadget dengan berbagai konten media sosial. Oleh sebab itu diharapkan semua elemen masyarakat di wilaya mendukung gerakan tersebut.

“Memang tidak mudah. Tapi kalau masyarakat saling mengingatkan warganya kami kira ini bisa diupayakan. Meja makan menjadi media interaksi personal antar anggota keluarga tanpa dihalangi gawai. Ini juga untuk memperbaiki kualitas hidup keluarga,” urainya.

Menurut psikolog dan motivator DR Dody Hartanto banyak masalah sosial berasal dari keluarga. Oleh sebab itu keluarga perlu ditingkatan kualitasnya. Dicontohkan permasalahan penyalahgunaan narkoba dan pernikahan usia anak.
“Kota Yogya menempati urutan atas penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa di Indonesia dan angka pernikahan dini yang tinggi.
Itu tidak akan menjadi persoalan jika keluarga ditingkatkan kualitasnya,” jelas Dody yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarts Tri Kirana Muslidatun menilai Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan kota pendidikan dengan pendatang dari berbagai daerah bisa mempengaruhi pola interaksi warga Yogya secara tidak langsung. Ditambah pergaulan dan penggunaan gadget tidak terkontrol.

“Banyak kasus anak yang hamil di luar nikah dengan pintar menyembunyikan kehamilannya. Orangtua baru sadar saat tujuh bulan kehamilan sudah besar. Ini sungguh mengkhawatirkan,” ucap istri Walikota Yogyakarta itu.

Pihaknya mendukung Gerakan Kembali ke Meja Makan dan akan meminta PKK di wilayah. Terutama untuk mengawal penerapan gerakan tersebut di wilayah masing-masing (Tri)

Read previous post:
TIRTOMULYO RINTISAN DESA BUDAYA-Ajak Masyarakat Lestarikan Berbagai Kesenian Daerah

DESA Tirtomulyo Kecamatan Kretek pada tahun 2019 resmi dikukuhkan sebagai Rintisan Desa Budaya oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. Untuk menyambut

Close