Sulap Buah Parijoto Jadi Sirup

MERAPI-SULISTYANTO  Tanti menunjukkan sirup serta tanaman parijoto.
MERAPI-SULISTYANTO
Tanti menunjukkan sirup serta tanaman parijoto.

TANAMAN parijoto mempunyai tampilan khas seperti bagian daun, bunga serta buahnya. Sampai-sampai muncul motif batik yang dikenal dengan sebutan parijoto. Buah Parijoto ternyata juga bisa diolah menjadi sirup dan selai.

Seperti saat menyambangi kawasan Dusun Guyangan Gamping Sleman pengurus dan anggota kelompok wanita tani (KWT) Agropolitan Mekar Hijau memanfaatkan Parijoto yang banyak ditanam di wilayah itu. Selain menanam secara pribadi ada pula yang ditanam di kebun milik pengurus KWT tersebut.

“Alhamdulillah, tanaman parijoto-parijoto di tempat saya sendiri bisa subur serta rutin berbuah. Saya pribadi sudah mampu memproses buah parijoto menjadi sirup maupun selai,” kata Ketua KWT Agropolitan Mekar Hijau Sutanti kepada Merapi, baru-baru ini.

Ditemui di tempat tinggalnya, ibu dari tiga anak ini menjelaskan, ide membuat sirup dan selai parijoto, karena pernah suatu saat banyak buah parijoto di pekarangannya jatuh tak termanfaatkan. Lalu belajar secara otodidak membuat sirup serta selai parijoto. Awalnya dikonsumsi anggota keluarga maupun sanak-saudara. Ada juga yang dibawa ke Pasar Prambanan tempatnya berjualan kue.

“Ternyata minat konsumen tinggi, apalagi pernah saya bawa ke suatu pameran di Sleman di stan Kecamatan Gamping. Terus saya sosialisasikan pula lewat media sosial, jadi semakin banyak permintaan dari konsumen,” bebernya.

Saat ini, sebut Tanti, ia masih mengolah sirup dan selai parijoto sendiri ataupun dibantu suaminya. Ketika tak menumpuk pesanan, rata-rata seminggu sekali. Bahan baku masih diperoleh dari panenan di pekarangannya, kebun KWT dan membeli di beberapa warga. Jika sudah kewalahan membuat serta ijin IRT sudah turun, ada rencana melibatkan anggota KWT yang diketuainya.

Adapun tanaman parijoto mulai rutin produksi buahnya dengan kualitas bagus setelah kisaran berumur satu tahun. Bunga parijoto awalnya berwarna putih sedikit kemerahan. Lalu buahnya yang masih muda berwarna merah muda, semakin tua menjadi merah keunguan. Buah yang sudah matang dengan warna merah keunguan ini yang bisa dipetik lalu diolah menjadi sirup serta selai.

“Buah dengan wujud kecil-kecil ini sebenarnya enak juga dikonsumsi langsung maupun cukup diblender. Ada sedikit rasa asam serta sepet tapi menyegarkan,” tandas Tanti.

Menurutnya, sebagian konsumen senang mengkonsumsi olahan parijoto untuk mendukung kesehatan badan. Bahkan ada yang merasa cocok misalnya sebagai musuh diare, sariawan serta kolesterol tinggi. Ada pula yang meyakini bisa membantu menyuburkan serta menguatkan kandungan. Adapun lokasi penanaman tanaman parijoto sebaiknya di tempat yang tak banyak mendapat sinar matahari langsung. Bukan hal aneh beberapa kawasan pegunungan seperti di lereng Gunung Muria serta Merapi, parijoto dapat tumbuh dengan baik.

“Penanamannya dapat di tanah langsung, pot maupun plastik polybag ukuran besar,” tandasnya(Yan)

Read previous post:
LOMBA LUKIS MINAPADI SAMBEREMBE: Tingkatkan Kecintaan Anak Pada Ikan

PAKEM (MERAPI) - Dalam rangka meningkatkan rasa kecintaan anak pada ikan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menggelar

Close