Surasa Kembangkan Proses Batik Malam Dingin

MERAPI-TEGUH  Surasa menunjukkan hasil proses batik  malam dingin kreasinya.
MERAPI-TEGUH
Surasa menunjukkan hasil proses batik malam dingin kreasinya.

BATIK sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa sudah mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Sehingga pelestarian serta pengembangan batik pun perlu terus dilakukan dengan berbagai teknik dan metode yang lebih praktis, ekonomis dan lagi efisiensi, itulah yang kemudian dilakukan Surasa RP warga Mirisewu, Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo, dengan memanfaatkan teknik batik malam dingin.

Menurut Mbah Roso begitu sapaan intim pria yang puluhan tahun menggeluti profesi sebagai penjahit dan pemilik Mugissae Batik yang dulu berkibar dengan nama Manggala batik ini, berbagai teknologi batik selama ini terus dikembangkan dan masyarakat juga mengharapkan adanya batik dengan harga murah namun kualitasnya juga bagus.

“Terobosan ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi batik malam dingin, akan menghemat kegiatan mencanting lumayan banyak,” ucap Surasa ketika ditemui Merapi di rumah sekaligus studio dan galerinya, Minggu (21/7).

Dijelaskan dia, kualitas batik dengan teknik malam dingin sama seperti kualitas batik tulis umumnya. Karena teknik ini hanya memunculkan kerangka dasar atau klowongan gambar batik, sedangkan isiannya tetap memanfaatkan ketrampilan membantik dengan menggunakan canthing. Hanya saja keuntungan dari sistem ini akan mempersingkat proses coret atau gambar dasar bari membatik. Selain itu berapa pun dibuatnya motif dasar akan sama persis, sehingga dapat diproduksi secara masal dalam waktu lebih singkat.

Teknik batik malam dingin memang belum lazim dimanfaatkan dalam proses membatik secara umum, karena banyak yang beranggapan akan menurunkan kualitas batik itu sendiri. Namun menurut Surasa yang memiliki pengalaman puluhan tahun dalam soal batik, justru dengan sistem ini lebih banyak membantu para perajin menghemat waktu serta biaya proses mencanthing. Karena proses batik ini ditegaskan dia, melewati salah satu proses dalam membatik tradisional yaitu proses coret atau menggambari kain mori dengan motif tertentu.

Proses batik malam dingin prinsipnya sama seperti proses sablon atau proses batik printing, hanya saja bahan yang digunakan bukan cat warna namun malam yang telah diproses sedemikian rupa sehingga dapat mencair dalam suhu rendah. Setelah klowongan atau kerangka gambar dengan malam terbentuk, para ibu-ibu pencanthing tinggal melakukan isian berbagai motif sesuai dengan desain pesanan.

“Proses selanjutnya pun sama persis dengan batik pada umumnya, kualitas sama seperti batik tulis namun harganya bisa lebih murah dari batik tulis murni,” tuturnya.

Selama ini menurut Surasa, teknik batik malam dingin hanya baru dirinya yang berani secara terbuka memberikan informasi proses kepada para konsumen. Karena kualitasnya memang nyaris sempurna sebagaimana batik tulis murni, bahkan detail isian ornamen yang rumit sekali pun dapat tersamarkan dengan teknik screen ini. Sehingga bagi awam bisa terkecoh akan mengira hasil teknik batik malam dingin adalah hasil garapan canthing murni.

“Ini harus diinformasikan, agar masyarakat paham bahwa ada teknik batik malam dingin yang memiliki hasil sama dengan teknik batik tulis murni. Sehingga agar masyarakat terlindungi jangan sampai keliru, saya selalu sampaikan secara terbuka proses batik yang sebenarnya. Ada yang cap, printing, tulis dan proses batik malam dingin, agar pembeli paham,” pungkas Surasa. (C-3)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Begal Keji Diringkus

KARANGANYAR (MERAPI) - Aksi perampasan barang berharga mengincar korban di tempat sepi. Seorang ibu muda asal Dukuh Sidomulyo, Desa Dayu,

Close