LIKA-LIKU PERAWATAN KUCING-Peluang Terserang Penyakit Tak Kenal Waktu

Kucing terserang infeksi saat difisioterapi. (MERAPI-ISTIMEWA)

PENGGEMAR satwa kucing baik jenis ras maupun non-ras (kampung) mudah ditemukan di berbagai tempat. Dengan perawatan yang baik, diharapkan satwa kesayangan tersebut dapat selalu tampil sehat. Meski demikian peluang terserang gangguan kesehatan atau penyakit tak kenal waktu.

“Terutama saat pergantian musim, kucing mudah berpeluang beberapa gangguan kesehatan. Namun bisa juga pada sembarang waktu, termasuk pada bulan Ramadan seperti sekarang. Buktinya pasien-pasien kucing rutin dibawa ke klinik sini,” ungkap pimpinan Godean Pet Care & Shop, drh Maya Saktiningrum kepada Merapi, Jumat (10/5) kemarin.

Beberapa gangguan kesehatan yang sedang banyak dialami satwa kucing, misalnya flu bahkan ada juga yang terkena infeksi, misalnya pada saluran perkencingan maupun pencernaan. Infeksi yang disebabkan virus, bakteri maupun parasit dapat juga menyebabkan kerusakan pada syaraf sampai kucing tak bisa berjalan. Beberapa ikhtiar untuk mengatasi diberi beberapa nutrisi yang berfungsi sebagai terapi. Ada juga yang perlu penanganan fisioterapi. Kebetulan pihaknya sudah bermitra dengan ahli fisioterapi satwa, Ny Ari Kusumo Wijayanti asal Kasihan Bantul.

“Gangguan kesehatan lain, misalnya tertabrak kendaraan sampai menjadi trauma. Bahkan ketika bagian kaki terluka serius dan tak berfungsi lagi perlu diamputasi. Sedangkan penangan operasi, antara lain ketika kucing terserang ambien dan gangguan pada saluran perkencingan,” beber drh Maya.

Khususnya pada Ramadan, terlebih setelah hari ke-20 pemilik satwa kucing maupun anjing sering menitipkan ke tempatnya. Terutama yang ingin pulang kampung atau bepergian sampai beberapa hari. Pihaknya pun telah menyediakan ratusan kandang untuk menerima jasa penitipan kucing. Sedangkan anjing kecil ada 30 kandang, sedang 15 kandang dan besar 10 kandang. Tarif penitipan kucing jika membawa pakan sendiri saat ini Rp 15.000 perhari. Jika tak membawa pakan sendiri Rp 20.000 perhari.

“Semua satwa yang dititipkan mendapat pengawasan dokter hewan setiap harinya. Saat ini di tempat kami ada 13 karyawan, lima dokter hewan dan delapan non-dokter hewan,” urainya.

Ibu dari tiga anak, alumni Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini menambahkan, pihaknya biasa juga diundang sekolah-sekolah seperti TK dan SD untuk memberikan edukasi seputar pengenalan satwa kucing sampai perawatan sehari-hari. Tak ketinggalan pengenalan seputar profesi dokter hewan. Adapun hal penting lain saat memiliki satwa kesayangan kucing, yaitu perlunya pemberian pakan berkualitas. Beberapa pakan buatan pabrik sering ada promosi, sehingga memberi motivasi konsumen untuk bisa memanfaatkannya sekaligus memberikan pakan berkualitas secara rutin.

Saat ini antara lain, setiap pembelian 10 produk Whiskas mendapat gratis satu, ada lagi setiap pembelian Friskies lima kaleng mendapatkan gratis satu kaleng. Ada juga produk Profelin kaleng, setiap membeli lima kaleng mendapat gratis satu saset Chici. Tak ketinggalan ada promo pemberian hadiah undian dari produsen pakan/ keperluan satwa kucing.

“Promo lainnya seperti setiap pembelian pasir gumpal wangi beli tiga plastik sebanyak lima liter mendapatkan gratis satu, misalnya merk tata pet dan acis,” jelas Maya. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DIKABARKAN JADI KEPALA BKKBN-Hasto Wardoyo: Lihat Saja Nanti

WATES (MERAPI) - Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengaku surat keputusan dirinya sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional masih

Close