Irama Perkutut Menenangkan Hati

Lokasi kandang penangkaran perkutut milik Samuel Sunu Nugroho. (MERAPI-SULISTYANTO)

PENGGEMAR perkutut alias kung mania datang dari berbagai kalangan. Sebagian di antaranya memelihara perkutut sekadar sebagai klangenan, namun ada pula yang piawai menangkarkan sampai aktif mengikuti latihan bersama atau latber serta lomba.

Ketika perkutut diikutkan lomba lalu menang, apalagi sudah sampai tingkat nasional, nama penangkar ataupun farm-nya menjadi kian moncer. Harga perkutut jawara dan anakan-anakannya (jika sudah ditangkarkan) bisa dibanderol dengan harga mahal. Beberapa alasan seperti ini kian memicu kung mania menggeluti penangkaran perkutut. Semua berikhtiar bisa menghasilkan perkutut kelas lomba.

“Bagi saya mendengarkan suara dan irama perkutut mampu menyenangkan hati. Apalagi ketika mengikuti latber maupun lomba bisa mendengarkan suara-suara perkutut yang sudah pilihan,” beber kung mania asal Nanggulan Kulonprogo, Erie Giovani kepada Merapi, baru-baru ini.

Menurut Erick, begitu Erie Giovani akrab disapa, saat ini ia mempunyai empat pasang perkutut di kandang penangkaran dan produktivitasnya bagus. Agar kualitas anakan-anakan perkutut bisa bagus, salah satu ikhtiarnya mencari pejantan dan betina dari peternak-peternak ternama. Pasalnya, para peternak ternama mayoritas memiliki perkutut sering juara atau trah juara. Tak kalah penting, lokasi kandang dibuat setenang mungkin sehingga perkutut merasa nyaman. Gangguan dari binatang pemakan burung atau telur burung seperti tikus dan ular harus bisa diantisipasi sedini mungkin.

“Pemberian rutin pakan berkualitas, vitamin-vitamin dan menjaga kebersihan kompleks kandang juga penting diperhatikan,” tandas Erick.

Kung mania asal Trirenggo Bantul, Ahmad Ghozali pun mantap menggeluti usaha penangkaran perkutut dan saat ini mempunyai 12 pasang perkutut. Awalnya ia hanya senang memelihara perkutut lokal sebagai klangenan. Dalam perkembangannya ada keinginan menangkarkan, bahkan bisa rutin mengikuti lomba maupun latber perkutut. Beberapa hal penting yang diyakini agar berhasil dalam menangkarkan perkutut, yaitu pemilihan indukan, soal kandang dan pakan.

“Indukan harus memenuhi kriteria bobot, bibit dan bebet. Bobot artinya calon indukan harus mempunyai kualitas individu yang unggul, misalnya suara indah. Bibit artinya calon indukan harus mempunyai silsilah keturunan burung yang bermutu bagus dan bebet artinya penampilan fisik calon indukan sempurna atau tidak cacat,” urai Ahmad.

Kandang untuk menangkarkan perkutut, ungkapnya, tidak harus ukuran besar namun yang penting cukup ruang gerak bagi calon indukan untuk terbang berolah raga. Lokasi kandang harus bisa mendapatkan pencahayaan sinar matahari yang cukup khususnya pada waktu pagi hari. Adapun pakan bermutu bagi perkutut terdiri atas campuran biji-bijian seperti milet, otek, gabah bangkok dan ketan hitam. Beberapa jenis vitamin buatan pabrik bisa juga diberikan secara rutin.

Sementara itu penggemar dan biasa menjadi juri lomba perkutut, Samuel Sunu Nugroho asal Nogotirto Gamping Sleman menambahkan, kandang untuk penangkaran perkutut ada beberapa pilihan ukuran. Kandang dengan tinggi 180 cm, lebar 60 cm dan panjang 120 cm sudah termasuk ideal. Perkutut yang akan ditangkarkan, baik jantan maupun betina sebisa mungkin berasal dari trah jawara.

“Jika sudah menemukan pejantan dan betina perkutut sesuai yang kita inginkan, segera saja dijodohkan. Sebelum dijadikan satu ke dalam kandang penangkaran, keduanya biasa saling dikenalkan dahulu dengan sangkarnya saling didekatkan,” ungkap Sunu.

Perkutut yang benar-benar sudah berjodoh, imbuhnya, akan mampu produktivitas dengan baik. Anakan atau piyik perkutut dapat dirawat induknya langsung, bisa juga dititipkan pada puter. Keduanya mempunyai sisi positif maupun negatif tersendiri, antara lain ada yang berpendapat dengan dititipkan puter masa produktivitasnya lebih cepat, namun menjadikan tidak alami karena tahapan bertelur seperti dipercepat.

“Bisa juga dititipkan puter karena beberapa alasan, seperti induk tak mau meloloh, sakit ataupun mati,” tambahnya. (Yan)

Read previous post:
EENG DAN RISMAN UNGKAP ALASAN MUNDUR – Laskar Mataram ‘Rasa Padjadjaran’

YOGYA (MERAPI) - Tak seperti musim sebelum-sebelumnya, PSIM Yogya melakukan gebrakan yang mengejutkan dalam persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim

Close