Kampung Karangkajen, Kampung Ecoprint

Para peserta workhshop menunjukkan hasil kain dengan pewarnaan alami dalam peluncuran Kampung Ecoprint di Karangkajen, Brontokusuman. (MERAPI-ISTIMEWA)

GAYA hidup kembali ke alam terus berkembang. Termasuk dalam dunia pewarnaan kain. Kini kain yang menggunakan warna alami terus tumbuh di masyarakat. Pewarnaan yang menggunakan bahan-bahan alami selain aman bagi lingkungan, ternyata hasilnya juga tak kalah dengan kain menggunakan warna sintetis atau kimia. Warna yang dihasilkan justru tampil beda karena lebih natural tapi tetap tampak indah.

Seperti kain-kain dengan pewarna alami atau dikenal ecoprint yang dibuat para peserta dalam workhshop peluncuran Kampung Ecoprint di Kampung Karangkajen Kelurahan Brontokusuman Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. Para peserta diajak langsung praktek pembuatan ecoprint dari awal sampai akhir pada kegiatan yang diadakan oleh Rumah Zakat melalui Fasilitator Desa/Kelurahan Berdaya Brontokusuman.

“Kami sangat terkesan dengan acara ini menambah pengetahuan tentang pewarnaan alam. Semoga bisa diadakan lagi di waktu yang akan datang,” ujar salah satu peserta workhshop di sela peluncuran Kampung Ecoprint, belum lama ini.

Sebelum workshop para peserta mengikuti talkshow bertema Natural Dyeing for Sustainable Fashion yang menghadirkan sebagai pakar indigofera Zahid dari Blue Gold. Dia banyak menjelaskan tentang pewarnaan dengan indigofera. Selain itu mengenia sejarah, perkembangan dan prospek bisnis fashion dengan pewarnaan menggunakan zat pewarna alami.

Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta Andi Purnawan mengapresiasi adanya kampung ecoprint tersebut. Menurutnya Kota Yogyakarta perlu terus berinovasi dalam membuat sebuah produk yang ramah lingkungan seperti kain pewarna alami. Mengingat wilayah Kota Yogyakarta yang padat penduduk sehingga harus memperhatikan dampak lingkungan jika memproduksi sesuatu

“Sudah saatnya Kota Yogyakarta menjadi barometer pewarnaan alami, karena padat penduduk, rapat pemukiman, kita harus terus berinovasi dan berbuat sesuatu untuk kebaikan alam dan lingkungan,” ucap Andi dalam sambutannya.

Kelurahan Berdaya Brontokusuman sendiri memiliki dua program unggulan yaitu program ekonomi dengan produk Ecoprint dengan merk “ECO.J” yang sudah dipatenkan dan program Taman Baca. Peluncuran Kampung Ecoprint ini selain dihadiri oleh peserta talkshow dan peserta workshop, juga dihadiri oleh Camat Mergangsan, perwakilan Rumah Zakat Yogyakarta, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan(LPMK) Brontokusuman serta Ketua RW dan RT se Karangkajen. (Tri)

Read previous post:
Kementan Gelontori Takalar Bantuan Pertanian Rp 33 Miliar

TAKALAR (MERAPI) - Bantuan dari pemerintah yang dikucurkan di Kabupaten Takalar mencapai Rp 33 miliar. Bantuan tersebut sudah diwujudkan untuk

Close