Berburu Batik Tulis di Produsen Jadi Tambah Ilmu

Bowo (kiri) saat menjelaskan seputar motif batik kepada konsumen. (MERAPI-SULISTYANTO)

SEBAGIAN produsen kain batik tulis sudah mempunyai butik ataupun showroom berdekatan dengan lokasi produksi. Tak jarang konsumen merasa ada kebanggaan tersendiri serta bertambah wawasannya, ketika bisa berburu batik langsung di tempat produsennya.

Rizal asal Ambarawa Jawa Tengah saat ditemui di butik batik Allussan kawasan Jodag Mlati Sleman mengatakan sudah biasa mencari kain batik di lokasi produsennya langsung. Tak jarang datang bersama keluarga maupun rekan-rekan kerjanya. Selain bisa memilih aneka motif kain batik, dapat juga melihat pembatiknya, terutama sejumlah ibu-ibu yang dengan telaten serta sabar membatik menggunakan canting.

“Di sini untuk melihat pembatiknya, harus berjalan ke belakang. Kalau di ruangan butik ini ketemu pemilik Allussan, pasti disambut dengan baik. Ketika kita bertanya seputar batik, seperti aneka motif, bahan yang digunakan sampai desain yang pas untuk dibuat baju akan ditanggapi dengan senang hati,” tutur Rizal kepada Merapi, Kamis (21/3).

Ditambahkan, ia dan teman-temannya merasa ada tambahan wawasan seputar batik dan kebanggaan tersendiri bisa membeli kain batik tulis di produsennya langsung. Apalagi pemilik dan segenap karyawan diyakini berusaha bisa memuaskan konsumen dan tak akan menipu. Pasalnya, ia sendiri belum begitu bisa membedakan antara batik tulis, cap maupun kombinasi cap dan tulis. Lalu ketika akan memesan batik dengan motif tertentu, misalnya ada gambar wayang dan flora-fauna akan dilayani juga.

“Saya senang memakai baju batik baru sekitar enam tahun lalu. Khususnya batik tulis biasa saya jadikan lengan panjang dan digunakan untuk acara-acara resmi termasuk pas kondangan. Kalau yang lengan pendek ada jenis batik cap maupun kombinasi tulis dan cap, bisa digunakan sehari-hari,” jelasnya.

Hal senada diungkap Zainal Mustofa asal Depok Sleman yang lebih senang berburu kain batik tulis di tempat produsennya langsung. Saat ini ada sekitar 10 baju batik tulis telah dimiliki, lainnya jenis batik kombinasi cap dan tulis maupun cap. Keunggulan menggunakan batik selain terasa nyaman juga dapat digunakan di berbagai acara. Khususnya batik tulis meski ada yang sama motifnya, tapi tak sama persis.

Pemilik batik Allussan, Subowo merasa bersyukur, banyak konsumen memberi kepercayaan di tempatnya. Tak ketinggalan kelompok-kelompok di masyarakat, suatu lembaga maupun perusahaan juga biasa memesan seragam kain batik di tempatnya. Ia bersama istrinya sudah sejak 2007 silam merintis usaha pembuatan batik. Pembatiknya selain ada yang di tempatnya, ada pula yang dikerjakan di rumah masing-masing.

“Kami merasa senang bisa berbagi ilmu seputar batik, bahkan biasa bersinergi dengan dunia pendidikan mulai TK sampai perguruan tinggi untuk mengajar keterampilan batik. Semoga ini menjadi bagian dari usaha regenerasi bidang batik. Alhamdulillah juga produksi batik kami baik tulis, cap maupun kombinasi tulis dan cap sudah mendapat sertifikat SNI. Khususnya batik tulis kami lebih banyak memproduksi, sekitar 85 persen dibanding jenis batik lain,” jelas Bowo (Yan)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
POLISI PERIKSA REKAMAN CCTV-Perampok Pengusaha Kroto Masih Diburu

WATES (MERAPI) - Kasus pencurian uang di dalam mobil senilai lebih dari Rp 500 juta yang dialami Kusman (43), pengusaha

Close