BANGUN PERUMAHAN NAWA VILLAGE BANGUNJIWO Rumah Subsidi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

MEMILIKI rumah sendiri adalah impian semua orang terutama para pasangan yang baru menikah. Rumah subsidi adalah program yang sedang dibuat pemerintah melalui banyak pengembang. Oleh karena itu banyak orang yang cari rumah subsidi dan membelinya. Program ini bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal yang layak untuk orang-orang yang berpenghasilan rendah.

Sementara, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jika angka kemisikinan di Kabupaten Bantul masih tergolong tinggi dengan kisaran angka 14 persen. Beberapa faktor penyebab masih tingginya angka kemiskinan tersebut karena banyaknya pengangguran dan sempitnya lapangan kerja serta rendahnya gaji atau upah tenaga kerja.

Kondisi itulah yang dinilai memicu terabaikannya pemenuhan kebutuhan primer yang seharusnya dipenuhi oleh sebuah keluarga. Dimana kebutuhan primer yaitu sandang, pangan dan papan menjadi kurang optimal ketika papan belum dapat dipenuhi akibat minimnya pendapatan yang didapat kepala keluarga.

Atas dasar keprihatinan itulah, salah satu pengembang, yaitu PT Maro Anugrah Jaya membangun sekaligus melaunching kompleks perumahan bersubsidi yang berlokasi dikawasan Tugu Gentong Sambikerep Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Perumahan bersubsidi yang bernama Nawa Village Bangunjowo (NVB)  tersebut dibangun diatas tanah seluas 2,6 hektar dengan jumlah rumah sebanyak 226 unit serta 3 unit kios.

Komisaris PT Maro Anugrah Jaya Hendro Wibowo Tanazal didampingi Direktur Pemasaran Andario Dwi Wardana menjelaskan, kendati rumah yang dibangunnya merupakan perumahan bersubsidi dan murah, namun fasilitas berikut kualitas bukanlah kelas murahan.  Justru dirinya tetap membangun menggunakan spesifikasi bangunan tahan gempa dengan fasilitas 2 kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, taman depan dan belakang serta carport.

“Fasilitas dari komplek perumahan ini nantinya adalah pos sekuriti, akses jalan dan penerangan Lalu tempat ibadah (masjid), gedung serbaguna dan area publik,” terang Hendro dalam sambutannya saat launching pembangunan Nawa Village Bangunjiwo, di Baledesa Bangunjiwo, Kamis (7/2/2019) .

Sedangkan, untuk harga unit perumahan bersubsidi tersebut yakni Rp 130 juta. Perumahan itu juga menjadi rumah segmentasi rumah kalangan menengah. Sehingga persyaratan untuk memilikinya yakni masyarakat yang punya penghasilan maksimal Rp 4 juta.

“Untuk cicilan juga murah, yaitu Rp 800 ribu,’ sambungnya.

Ditambahkan pula, bahwa pengembang ini telah terdaftar dalam keanggotan Asosiasi Pengembang Perumahan Sederhana Sehat Nasional (APERNAS), sehingga perusahaan pengembang itu menjamin legalitas dokumen atas tanah yang dibangun, seperti sertifikat, SHM, IMB dan sebagainya.

Sementara, bagikon sumen ada syarat yang harus dipenuhi untuk memiliki perumahan bersubdi ini, yakni menyerahkan fotokopi KTP, KK, surat nikah atau surat cerai, slip gaji terakhir  dan surat belum memiliki rumah.

“Yang jelas tujuan kami membangun perumahan ini adalah menyediakan hunian yang layak dan harga terjangkau guna memenuhi kebutuhan papan bagi kalangan ekonomi menengah kebawah, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya warga Sambikerep, bangunjiwo,” pungkasnya.  (Fin)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
WARUNG DAN PABRIK RATA DENGAN TANAH-Teror Pembakaran Sampai Karanganyar

KARANGANYAR (MERAPI)- Setelah heboh di Semarang dan Kendal, teror pembakaran melanda Karanganyar. Buktinya, tiga bangunan usaha semi permanen serta satu

Close