TEMANKU LIMA BENUA-Pecahkan Rekor Membuat Sketsa

Temanku Lima Benua biasa disapa Benua piawai membuat sket wajah. (MERAPI-TEGUH)

NAMANYA lumayan unik, tapi pelajar SMA II Klaten ini sangat percaya diri dan piawai dalam menggoreskan ujung pensilnya di atas lembaran kertas putih. Gadis bernama lengkap Temanku Lima Benua ini memang dikenal mempunyai nama terkesan aneh. Tapi begitulah nama asli pemberian orang tuanya. Bagi Benua, begitu sapaan akrabnya, soal nama bukanlah soal baginya. Justru dengan nama itu dirinya merasa lebih menikmati karena kemudian mudah diingat dan dikenal banyak orang.

Menurut Benua yang terpenting adalah bagaimana kemudian memantapkan nama itu dengan karya-karya sket wajah yang menjadi keahliannya. Meski sekolah di SMA jurusan IPS, bagi Benua yang merupakan putri dari Haryadi Purnama dan Hidayati warga yang mukim di Geritan Belang Wetan Klaten Utara ini, membuat sket wajah tidak membutuhkan waktu lama.

“Saya minta waktu cukup dua menit saja untuk membuat sket wajah bapak,” ucap Benua di tengah acara Pameran Sastra Satra Rupa Gambar Babad Pangeran Diponegoro, baru-baru ini.

Kemudian dengan cekatan tangan Benua menari memainkan gerak garis dan arsiran tebal tipis di atas lembaran kertas putih. Tidak sampai batas waktu yang dimintanya, sebuah sket wajah sudah selesai dibuatnya dan hasillnya tidak mengecewakan, nyaris sama dengan wajah aslinya. Menurut dia, kebiasaan membuat sket wajah telah dilakukan sejak dua tahun lalu. Kebiasaan itu pun telah menelorkan segudang prestasi diantaranya menebus rekor membuat sket wajah terbanyak yaitu 2.800 sket wajah dalam waktu seminggu yang dipecahnya pada event Asean Paragame tahun lalu.

“Rencana setelah tamat sekolah mau lanjutkan ke ISI,” ucapnya singkat.

Gadis yang murah senyum dan terkesan pemalu ini, mengaku mendapatkan bimbingan dari pamannya yang katanya seorang seniman lukis. Selama ini menurut Benua, dirinya selalu membuat sket wajah kepada siapa pun yang ditemuinya. Bahkan dengan sopan dia selalu meminta waktunya kepada calon model yang akan disketnya. “Nanti hasil sket bisa dibawa buat kenang-kenangan,” pungkasnya. (Teguh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Giliran Anggrek Pedestrian Suroto Raib

GONDOKUSUMAN (MERAPI) - Setelah lempeng jalur tunanetra jadi sasaran tangan jahil, kini giliran tanaman anggrek yang ditanam di pohon perindang

Close