DIKELOLA BADAN USAHA MILIK DESA-Taman Wisata Bunga Puri Mataram Siap Go Nasional

Objek wisata taman bunga Puri Mataram. (MERAPI-ZAINURI ARIFIN)

SEBAGAI Kota Wisata,Yogyakarta memang tak akan pernah habis untuk diperbincangkan. Dari waktu ke waktu lokasi wisata terus bertambah dan berkembang. Bahkan sekarang ada satu destinasi baru yang mengusung konsep budaya Kerajaan Mataram, yaitu wisata Taman Bunga Puri Mataram yang terletak di Dusun Ndrono, Tridadi, Sleman.

Di lokasi ini, wisatawan yang datang disuguhi hamparan padi di sawah dan ribuan bunga hias dari beragam jenis. Dengan menempati lahan seluas 4,5 hektar, wisatawan pun akan dapat merasakan nuansa tradisional yang kental akan nilai budaya di tengah ramainya kota di wilayah Kabupaten Sleman.

Destinasi wisata baru Taman Bunga Puri Mataram ini menurut Agus Choliq selaku direktur yang bertanggungjawab atas pengelolaan Taman Bunga Puri Mataram, merupakan hasil kreativitas seluruh warga masyarakat di desa Tridadi.

“Tujuan awal dari dibukanya wahana wisata taman bunga Puri Mataram ini semata-mata karena kami ingin mendukung program pemerintah. Kami dan seluruh masyarakat turut mewujudkan Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata serta kota kuliner. Melalui area tanah seluas 4,5 hektar yang dimiliki desa ini, maka taman Puri Mataram murni dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” papar Agus Choliq.

Dibuka pada Juli 2018 lalu, diakuinya jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan secara signifikan. Bahkan, saat liburan atau hari Sabtu dan Minggu, rata-rata pengunjung yang datang mencapai 3 ribu orang. Sedangkan pada hari biasa sekitar 1000 orang. Tak ayal, sejak dibuka hingga sekarang pendapatan yang diperoleh dari harga tiket memasuki objek wisata pun turut meningkat.

“Harga tiket untuk menikmati wisata taman bunga, kebun kelinci dan berselfi ria cukup dengan Rp 10 ribu. Wisatawan juga dapat menikmati hamparan bunga Celocia dengan dekorasi berbagai wahana spot foto yang menarik, dari jembatan bambu di atas hamparan sawah, miniatur tugu pal putih, gerobak sapi, hingga gubuk-gubuk bertemakan cinta. Juga ada beberapa titik semacam warung yang menjual aneka minuman dan jajanan tradisional khas Kabupaten Sleman,” sambung Agus Choliq.

Wisatawan yang berkunjung tak hanya melihat dan menikmati ribuan bunga. Tapi juga bisa bermain perahu kayuh dan bercengkerama bersama ikan-ikan air tawar.

Perahu kayuh juga bisa dinikmati pengunjung dan keluarga. (MERAPI-ZAINURI ARIFIN)

Untuk menemukan lokasi objek taman bunga Puri Mataram tidaklah sulit. Dari simpan empat Denggung Jalan Magelang menuju arah barat kurang lebih 2 kilometer. Keberadaan objek ini terletak persis di pinggir jalan sisi Selatan jalan.

Seiring berjalannya waktu yang sudah menapaki 6 bulan dibukanya wahana wisata taman bunga Puri Mataram ini, menurut Agus Choliq terus dialakukan evaluasi sekaligus koreksi. Dengan harapan meningkatkan fasilitas objek wisata sebagai wujud pelayanan kepada wisatawan.

“Mulai awal Desember lalu, Puri Mataram yang dibuka dari pukul 9 pagi hingga 6 petang telah kami ubah, yaitu dibuka sejak pukul 8 pagi hingga 9 malam. Mengingat banyaknya permintaan pengunjung yang ingin pula dapat menikmati wisata bunga pada malam hari,” katanya.

Kendati buka hingga malam, namun dirinya menegaskan jika faktor keamanan tetap menjadi yang utama. Bersama kelompok Karang Taruna desa setempat, dirinya bersama-sama mengedepankan keamanan, keselamatan serta kenyamanan para pengunjung.

Meskipun taman bunga menjadi maskot objek Puri Mataram, Agus Choliq juga telah menggandeng masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengelolaan taman wisata ini. Terbukti, setiap Minggu ibu-ibu desa Tridadi juga menyediakan panganan tradisional seperti jajanan pasar. “Intinya kami juga menyuguhkan wisata klasik,” timpalnya.

Dipaparkannya juga, dalam waktu dekat objek wisata taman bunga Puri Mataram bakal dibangun home stay dengan konsep rumah-rumah gubuk untuk penginapan. Hal itu guna memberi suguhan wisatawan yang ingin menginap dan menikmati suasana pedesaan yang asri.

“Harapan seluruh pengelola dan masyarakat, Puri Mataram akan go nasional,” pungkas Agus Kholiq. (Fin)

.

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan dan menyelamatkan barang di gudang arsip Dinas Perpustakaan dan Kerarsipan Kota Yogyakarta.
Korselting Listrik Picu Kebakaran di Gudang Arsip

NGAMPILAN (MERAPI)-Kebakaran terjadi di gudang penyimpanan arsip Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kota Yogyakarta di Ngampilan, Senin (16/12) malam . Tidak

Close