Jual-beli Sarang Walet Masih Bertahan

Jual-beli Sarang Walet Masih Bertahan
Sarang walet dan sriti masih bisa rutin dijualbelikan, harganya kadang naik maupun turun.

SEMARAK jual-beli sarang walet maupun sriti pernah jaya di Indonesia. Ekspor ke beberapa negara banyak dilakukan, sehingga harga sarang tersebut dibanderol mahal. Dalam perjalanannya, tingkat semarak jual-beli bidang ini menurun. Harganya pun ikut menurun, namun pernah juga naik pada waktu-waktu tertentu.

“Bahkan pada 2017 lalu, pernah ada kenaikan harga sarang walet. Terutama yang kualitas bagus pernah sampai Rp 16 juta perkilogram. Sarang sriti yang sudah bercampur walet pernah juga Rp 500.000 perkilogram. Tapi tak berlangsung lama, lalu turun lagi menjadi kisaran Rp 10 juta perkilogram untuk sarang walet kualitas bagus,” papar salah satu pelaku jual beli sarang walet, Edik Mulato, baru-baru ini .

Ditemui di rumahnya kawasan Sidoagung Sleman, Edik menjelaskan, sampai saat ini jual-beli sarang walet maupun sriti masih bertahan. Tak jarang juga pelaku jual-beli, pengepul maupun petani/pemilik walet masih perlu menerjuni usaha lain untuk bisa mengais rezeki dengan halal. Ia sendiri menangkarkan kenari. Sedangkan temannya di Krapyak Sleman yang menerjuni usaha serupa, senang memelihara dan menangkarkan lovebird. Ketika dikelola dengan baik, penangkaran kenari diyakini mampu sebagai sarana mendapatkan tambahan pendapatan.

“Sarang walet kualitas bagus dengan ciri seperti putih bersih dan tipis masih banyak dicari. Baik pengepul maupun konsumen langsung senang memilih sarang walet kualitas bagus. Belum lama ini ada orang Gombong yang tinggal di Hongkong ke sini langsung dan membeli sarang walet kualitas bagus. Jika dikonsumsi seperti dimasak sup akan mendukung kesehatan seperti kesehatan kulit,” terangnya.

Dalam membudidayakan kenari,  ia lebih senang menerapkan kawin cabut. Artinya, pejantan cukup dimasukkan ke kandang betina yang telah siap kawin.  Salah satu cirinya rutin unjal ataupun menata rumput-rumput untuk sarang.  Pejantan cukup dicampurkan satu sampai tiga selama beberapa menit. Setelah bertelur tak perlu dikawinkan lagi. Seekor babon kenari sekali bertelur rata-rata tiga sampai empat butir. Telur dierami selama dua minggu sudah bisa menetas. Anakan kenari umur dua sampai tiga bulan sudah dapat dijualbelikan. Selain dibeli hobiis langsung, biasa juga pedagang burung berkicau.

Sementara itu rekannya asal Krapyak Sleman, Agus Sukarno menjelaskan, sarang walet termasuk bahan makanan, sehingga harga biasa turun-naik sesuai kebutuhan. Akhir-akhir ini harga kisaran Rp 7 juta sampai Rp 14 juta perkilogram. Ia pun bersyukur usaha di bidang ini masih bertahan. Panenan sarang walet sering dipasarkannya sampai beberapa daerah di luar Yogyakarta, misalnya Surabaya, Tegal, Semarang dan DKI Jakarta.

“Saya bisa rutin mendapatkan sarang walet terutama dari petani-petani binaan saya, seperti yang ada di Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan. Saya membelinya sesuai standar harga beli saat itu,” tandas Agus.

Sedangkan jenis burung berkicau yang saat ini ditangkarkan terutama jenis lovebird. Pernah juga menangkarkan murai batu, namun akhirnya murai dirombak atau dijual, sebab sering ditinggal ke luar pulau. Perawatan lovebird termasuk cukup mudah, adapun pakan rutin yang diberikan mirip dengan kenari, terutama biji-bijian seperti milet, otek, kenari seed dan biji sawi. Selain itu bisa ditambah jagung muda masih mentah. (Yan)

Read previous post:
Tingkatkan Perekonomian, Perkuat Sarana Fisik
Tingkatkan Perekonomian, Perkuat Sarana Fisik

DLINGO (MERAPI) - Berbagai program pembangunan fisik dan non fisik terus dilakukan Pemerintah Desa Mangunan, Dlingo. Sebagai daerah tujuan wisata

Close