Tebu Hijau Andalan untuk Minuman

Tebu Hijau Andalan untuk Minuman
Gianto menunjukkan tanaman tebu jenis tebu hijau.

PERNAH melihat maupun membeli minuman sari tebu di pinggir-pinggir jalan? Bahan baku untuk membuat sari tebu ini paling cocok menggunakan jenis tebu hijau. Pasokan tebu hijau paling banyak berasal dari Jawa Timur. Namun di DIY dan sekitarnya kini sudah ada yang menanam tebu hijau, baik di areal persawahan maupun kebun.

 

Sugianto salah satu pemilik usaha penjualan sari tebu memilih bermitra dengan petani untuk menanam tebu hijau. Dia mengungkapkan, sari tebu terbuat dari tebu hijau menjadikan warna lebih menarik, kehijauan bersih. Jika menggunakan tebu jenis lain akan berwarna keruh, bahkan rasa manisnya membuat eneg. Ukuran batang tebu pun cenderung lebih besar dan dapat dipanen dalam waktu antara lima sampai enam bulan.

 

“Jika akan diolah menjadi minuman sari tebu, tanaman tebu hijau dengan umur antara lima sampai enam bulan sudah layak dipanen. Tapi kalau ingin diproses menjadi gula pasir idealnya setelah tanaman tebu berumur sembilan sampai sepuluh bulan,” ungkap Gianto di tempat tinggalnya kawasan Jalan Wates Sleman, baru-baru ini.

 

Dengan demikian, lanjutnya, tebu hijau yang biasa diolah menjadi minuman sari tebu dalam setahun bisa dipanen dua kali. Ketika ada petani yang bermitra dengannya, ia dapat menyediakan bibitnya. Saat dipanen dan ditebang petani harga tebu berkisa Rp 130.000 perkwintal. Lain halnya kalau ditebang sendiri, rata-rata Rp 110.000 perkwintal. Setelah tebu hijau terkumpul di tempatnya, lalu dibersihkan dan dipotong-potong.

 

Tebu hijau itu digunakannya sendiri untuk dua gerobak sari tebu yang dikelolanya. Selain itu dia juga mengirim tebu hijau ke pemilik usaha sari tebu lain. Pelanggannya bahkan ada yang berasal dari Klaten. Dalam sekai mengirim dia bisa mengangkut sampai empat kwintal batang tebu hijau. Ia biasa menjual tebu hijau belum dibersihkan atau belum sisikan, Rp 160.000 perkwintal dan kalau sudah sisikan, rata-rata Rp 220.000 perkwintal.

 

Gianto menuturkan setiap dua kilogram tebu hijau bisa menghasilkan sari tebu kisaran satu liter. Saat musim kemarau, cuaca terasa panas maupun Bulan Ramadan penjualan sari tebu biasanya lebih banyak dibandingkan saat musim penghujan. Meski demikian ia bersyukur, pembeli sari tebu selalu ada, bahkan tempat penjualannya di kawasan Ngabean Yogya sering ada pembeli dari wisatawan luar negeri misalnya Korea, Thailand, Brasil dan India.

 

Menurutnya, lahan untuk menanam tebu sebaiknya dibuat bedengan-bedengan serta diberi jarak parit setiap bedengan. Paling bagus berada di lokasi yang banyak mendapatkan sinar matahari. Ketika akan dipanen umur lima bulan, pemupukan cukup dilakukan dua kali, yakni ketika tanaman tebu berumur dua dan empat bulan. Selain bagian batang tebu, daun tebu sebenarnya dapat juga dijadikan sebagai pakan sapi.

 

“Kalau di Jawa Timur sana, sudah banyak yang menggunakan daun tebu untuk pakan tebu, sedangkan di daerah sini masih agak jarang,” jelas Gianto. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kuliner Unik Pelosok Perbukitan, Sega Sangit Sambel Kopi
Kuliner Unik Pelosok Perbukitan, Sega Sangit Sambel Kopi

JANGAN sebut sebagai pemburu kuliner jika sebuah warung di Ngreco, Seloharjo, Pundong, Bantul ini belum pernah anda sambangi. Tempat kuliner

Close