Growol Naik Kelas Cemilan Zaman ‘Now’

Growol Naik Kelas Cemilan Zaman ‘Now’
Stik growol produksi Desti telah dipasarkan di toko jejaring Kulonprogo.

TAMPIL berwajah baru dengan rasa lebih enak, makanan khas Kulonprogo, growol, langsung diburu. Inovasi yang dilakukan Desti Puji Lestari (24) bersama ibunya, Sri Puji Astuti dalam mengolah growol menjadi stik ini pun diapresiasi banyak pihak. Keduanya dianggap bisa mempopulerkan makanan khas Kulonprogo hingga semakin eksis di pasar lokal, nasional bahkan internasional.

Desti bercerita, tercetusnya ide pembuatan stik growol bermula saat ibunya yang merupakan anggota Koperasi HJKP Manunggal diminta oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti untuk membuat produk kuliner khas Kulonprogo. Keduanya kemudian berpikir keras, untuk menentukan produk apa yang layak diangkat ke pasaran.

“Kami petakan, makanan khas Kulonprogo itu apa saja. Lalu muncul ide mengolah growol menjadi camilan yang lebih enak,” kata Desti.

Perempuan berjilbab ini berpendapat, growol perlu ditampilkan dengan wajah baru demi menarik minat konsumen. Makanan khas Kulonprogo tersebut dinilainya juga harus mampu masuk ke pasar modern, sehingga perlu dibuat lebih tahan lama. Apalagi selama ini growol kurang disukai masyarakat karena memiliki rasa hambar dengan tekstur kasar bahkan sedikit <I>kecut<P>.

Perkembangan zaman lambat laun menenggelamkan growol. Tidak banyak remaja apalagi anak-anak yang mau mengkonsumsi dan justru lebih memilih makanan modern. Hanya orangtua dan para lansia saja yang masih gemar menikmati kudapan ini, disandingkan dengan camilan lain sebagai lauk.

“Kalau dibiarkan terus, lama-kelamaan growol akan semakin langka bahkan punah,” imbuh Desti yang memproduksi stik growol di di kediamannya, Dusun Karangwuluh Lor, Desa Karangwuluh, Kecamatan Temon itu.

Diakuinya, perlu kerja keras untuk menyulap growol menjadi camilan lezat dan tahan lama sehingga menarik untuk dijadikan oleh-oleh khas Kulonprogo. Pembuatannya dimulai dengan mengukus growol selama beberapa menit, lalu dicampur dengan berbagai bahan seperti tepung terigu, maizena, mentega, serta bumbu pendukung sesuai rasa yang diinginkan. Setelah itu, adonan lalu dicetak dengan mesin penggiling hingga berbentuk seperti mie dengan panjang sekitar 10cm. Adonan ini kemudian digoreng hingga kering dan renyah.

Desti yang memproduksi stik growol sejak April 2016 lalu itu, kini mengembangkannya dengan enam pilihan rasa yakni original, bawang, pedas, strawberi, keju dan barbeque.
Warga setempat pun turut ambil bagian dalam proses produksi. Mereka bekerja di dapur pembuatan stik growol dengan mencetak adonan menggunakan mesin penggiling. Pemandangan ini seolah menjadi bukti, bahwa usaha produksi stik growol yang digeluti Desti bersama ibunya mampu memberdayakan para tetangga.

Berkat inovasi yang dilakukan Desti, growol akhirnya berhasil masuk lima toko modern di Kulonprogo. Selain melalui Toko Milik Rakyat (Tomira), stik growol juga dipasarkan toko berjejaring lain dengan kemasan menarik. Tidak hanya itu, Desti bahkan kerap kebanjiran order dari pembeli wilayah DIY, Jawa Tengah, Kalimantan dan Papua melalui sistem penjualan online.

“Harganya minimal Rp 10.000 untuk kemasan terkecil. Kami juga sempat bawa produk ini ke luar negeri, yakni Kuala Lumpur,” imbuh Desti yang kini mengantongi omset sedikitnya Rp 10 juta per bulan dari hasil penjualan stik growol.

Sementara ibunda Desti, Sri menegaskan, stik growol aman dikonsumsi para lansia bahkan penderita diabetes karena kandungan gulanya rendah. Dengan camilan ini, mereka bisa mengkonsumsi growol bercita rasa beda.
“Ke depan, kami akan kembali berinovasi menciptakan growol dalam bentuk pie dan stik oven,” pungkasnya. (Unt)

Read previous post:
Tomat Ditakuti Jerawat
Tomat Ditakuti Jerawat

JERAWAT sering membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Beragam cara dapat diterapkan untuk melawannya, termasuk dengan bahan-bahan alami. Tomat yang

Close