TEATRIKAL EDUKASI BAHAYA HIV/AIDS, Jauhi Virus Bukan ODHA

Teatrikal peringatan Hari HIV-AIDS sedunia di Simpang Lima Karangnongko
Teatrikal peringatan Hari HIV-AIDS sedunia di Simpang Lima Karangnongko

DUA remaja laki-laki dan perempuan bersimpuh di tengah jalan sembari mengulurkan tangan meminta pertolongan. Ironisnya, tidak ada satupun orang di sekitarnya yang peduli. Pasalnya, sepasang remaja pengidap HIV/ AIDS ini dianggap membawa virus berbahaya sehingga harus dijauhi.

Aksi tersebut menjadi pembuka teatrikal peringatan Hari HIV/ AIDS sedunia yang dipersembahkan Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (Himabiko) IKIP PGRI Wates di Monumen Nyi Ageng Serang baru-baru ini. Teatrikal ini terbilang sukses menyita para pengguna jalan yang sedang melintas, terlebih pengambilan lokasinya tepat di tengah-tengah Simpang Lima Karangnongko sebagai jantung kota Wates.

Dalam teatrikal, para mahasiswa mengenakan kostum hitam putih serta penutup kepala atau jilbab merah. Sebagian berperan dalam teatrikal, sebagian lagi berdiri di sekelilingnya sembari membentangkan poster tentang imbauan kepada masyarakat terhadap penderita HIV/ AIDS. Imbauan juga disampaikan kepada pengguna jalan dalam bentuk selebaran.

“ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) adalah orang yang perlu ditolong, bukan dijauhi,” tegas Septi, koordinator kegiatan.

Aksi ini bukan yang pertamakali digelar Himabiko. Pada peringatan Hari HIV/ AIDS tahun-tahun sebelumnya, Himabiko juga menggelar kegiatan serupa di tempat yang sama. Mereka berupaya mengkampanyekan tentang cara memperlakukan ODHA. Sebab selama ini, ODHA masih dipandang negatif oleh masarakat, bahkan dijauhi.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat bisa menyadari bahwa ODHA harus ditolong, bukan dijauhi,” imbuh Septi.

Di sela aksi, Himabiko juga memberikan selebaran dan cidera mata kepada para pengguna jalan. Selebaran ini berisi tentang imbauan untuk hidup sehat sehingga jauh dari virus HIV/ AIDS. Di penghujung acara, yel-yel tentang HIV/ AIDS dengan judul Jauhi Virusnya bukan Orangnya pun ditampilkan.

Dosen pendamping Himabiko, Wahyu Purwadi menilai, masyarakat perlu diedukasi tentang penyakit HIV/ AIDS. Kegiatan seperti ini diharapkan bisa memberi informasi kepada masyarakat agar berperilaku hidup sehat sehingga terhindar dari penyebaran virus HIV/ AIDS

“Di tengah bencana alam yang terjadi di Kulonprogo, mahasiswa kami juga berusaha memberikan layanan informasi kepada masyarakat tentang perilaku hidup sehat,” pungkas Wahyu. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Rektor UNY Sitrisna Wibawa secara simbolis melaunching prodi profesi insinyur di UNY
UNY Buka Prodi Profesi Insinyur

DEPOK (MERAPI) - Sepanjang tahun 2027, Indonesia kekurangan 39 ribu insinyur atau sarjana teknik. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah melalui

Close