Mi Suket, Warna Hijaunya Menggoda Selera

MAYORITAS mi ayam menggunakan bahan baku mi berwarna kuning. Namun ketika datang di warung Mi Suket Barokah kawasan Jalan Imogiri Barat Bantul akan menemui mi ayam dengan mi berwarna hijau. Dari warna memandang mi-nya saja sudah menggoda selera makan, apalagi mencium aroma khas rebusan mi dan kuah dari mi ayam ini.

Pengelola warung makan setempat, yakni pasangan suami-istri Muslim (Kang Mus) dan Yuliani. Bahan baku untuk membuat mi antara lain ada tepung terigu, margarin, telur dan sawi yang telah dibuat menjadi jus. Warna hijau tak lain berasal dari campuran jus sawi. Adanya campuran jus sawi diyakini kian menambah nilai gizi mi, menyehatkan dan alami.

Wajar jika warung ini mengusung slogan Sehat, Nikmat dan Alami. “Dalam membuat mi, kami sama sekali tak menggunakan bahan pengawet, pengenyal maupun pengembang sintetis. Pengenyal dari mi cukup menggunakan telur bebek,” ungkap Kang Mus kepada Merapi, baru-baru ini.

Tampilan mi lebih tipis dan kecil dibanding mi pada mi ayam umumnya. Oleh karena warna mi kental nuansa hijau, sehingga pihaknya member nama mi suket. Dengan nama ini diharapkan juga bisa tampil unik dan lebih tampil beda. Saat disajikan kepada pembeli, seporsi mi suket dilengkapi irisan mentimun, loncang serta sawi bakso yang direbus sejenak. Ayamnya full irisan daging, tanpa ada campuran kulit maupun potongan tulang.  Baik saat memasak daging ayam maupun kuah mi, sama sekali tak menggunakan penyedap rasa (MSG).

Yuliani menambahkan, selain mi suket kuah, tersedia juga mi suket goreng. Bumbu dari mi suket goreng mirip dengan mi instan goreng yang terkenal di pasaran. Semua bahan bumbu diambilkan dari rempah-rempah asli Indonesia. Baik bumbu-bumbu, mi maupun daging ayamnya aman dikonsumsi dari anak-anak sampai lansia. Di meja warung setempat pun tersedia lauk untuk disantap bersama mi, misalnya ada cakar ayam rebus, kerupuk dan rambak. Bahkan di warungnya juga menyediakan masakan ayam geprek yang disenangi berbagai kalangan.

“Masakan jenis ayam geprek cukup mudah dibuat. Bagian ayam seperti dada yang sudah direndam bumbu digoreng dahulu. Setelah itu menyiapkan lombok, jumlahnya sesuai pesanan, bawang putih dan garam secukupnya. Lombok dan bawang putih dihaluskan kasar, lalu ayam digeprek-geprek bersama bumbu tadi di cobek,” papar Yuli.

Ditambahkan Yuli, ia maupun suaminya siap memberi pelatihan seputar membuat masakan mi suket, ayam geprek maupun sop ayam. Bahkan ketika diajak kerja sama, asal calon mitra menyediakan tempat, pihaknya siap bermitra. Saat ini sudah ada orang mitranya di DIY sudah aktif membuka warung mi suket. Cukup menggembirakan lagi, sejumlah pelanggan biasa membawa mi suket sampai beberapa daerah luar DIY untuk oleh-oleh. Pasalnya, mi ini dapat awet sehari semalam di udara luar. Jika disimpan di almari pendingin bisa awet lebih lama lagi. (Yan)

 

Read previous post:
Doa, Sebar Putu Sewu untuk kelancaran Jokowi Mantu
“Demam”Jokowi Mantu, Pasang Penjor dan Doa Putu Sewu

SOLO (MERAPI) - Suasana kota Solo terutama di kawasan  Jalan Slamet Riyadi,  Solo, Minggu (5/11) seakan  menjadi arena untuk mengucapkan

Close