Kegiatan Kelompok Informasi Masyarakat Terkendala Pendanaan

WATES (HARIAN MERAPI) – Aktivitas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kulonprogo hingga kini masih tersendat karena keterbatasan dana. Karena itulah, dibutuhkan investor atau pihak ketiga yang bisa mendukung pendanaan KIM untuk menggelar sosialisasi di masyarakat.

Ketua KIM Nyi Ageng Serang (NAS) Kulonprogo, Zazin Sulaiman menyampaikan, kelompoknya saat ini mengalami kesulitan dana sehingga tidak mampu menggelar berbagai kegiatan. KIM NAS membutuhkan investor dan pihak ketiga untuk medukung kegiatan sosialisasi.

“Tanpa dana, tidak mungkin ada kegiatan. Hingga kini kami masih kesulitan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena kurangnya sarana dan prasarana seperti proyektor dan LCD,” kata Zazin, Jumat (25/9).

Selain itu, kata Zazin, keberadaan KIM di kalurahan saat ini belum banyak diketahui masyarakat. KIM belum populer seperti karang taruna sehingga pihaknya harus rutin menyosialisasikan keberadaan kelompok ini kepada masyarakat.

Zazin kemudian meminta agar setiap anggota KIM memiliki hubungan dengan suatu jaringan. Dengan demikian, setiap informasi dapat diterima untuk menciptakan hal positif yang diserap masyarakat. “Kami menyampaikan terimakasih karena bantuan yang diberikan pemerintah sangat banyak. Namun terkadang, kami terkendala dengan berbagai persyaratan,” ucapnya.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik, Diskominfo Kulonprogo, Bambang Susilo mengatakan, sosialisasi yang digelar pihaknya terhadap KIM bertujuan untuk meningkatkan perekonomian para anggota terutama pada masa pandemi Covid-19. Sosialisasi KIM telah masuk dalam kegiatan terakhir yakni tahap ketiga.

“Sebenarnya empat kali, namun karena ada Covid-19 sehingga pertemuan hanya sampai 3 kali,” kata Bambang.

Dalam sosialisasi KIM tahap ketiga, Diskominfo menghadirkan master trainer, motivator dan CEO Dinamika Lintasnusa Initiative (DLI) Sapto Tanoyo Poedjanarto yang telah bersertifikat Certifikat Coach Practitioner (CCP) atau Praktisi Pelatih Bersetifikat. Narasumber tersebut diminta berbagi pengalaman dan wawasannya terkait dengan kegiatan ekonomi kepada anggota KIM.

“Anggota KIM banyak yang bergerak di bidang ekonomi sehingga paparan yang diberikan bermanfaat,” kata Bambang. (Unt)

Read previous post:
SMP Piri I Yogya Panen Sayuran Hidroponik

Close