UNTUNG SUROTO ‘PRASOJO’: Rintis Usaha untuk Ciptakan Lapangan Kerja

MERAPI-AMIN KUNTARI
Untung Suroto menunjukkan produk Prasojo yakni wingko dan bakpia.

BANYAKNYA pengangguran di lingkungan sekitar, mendorong Untung Suroto untuk menciptakan lapangan kerja. Wirausaha Kulonprogo ini lantas bertekad merintis usaha pembuatan wingko dan bakpia. Dua tahun berjalan, usaha yang diberi nama Prasojo tersebut kini berhasil menjadi sumber penghasilan bagi ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar.

Saat ditemui Merapi di kediamannya, Karang Asem, Sidomulyo Pengasih, Jumat (7/8), Untung menyambut hangat. Pria berusia 52 tahun itu bahkan tak segan membeberkan perjalanan usaha pembuatan wingko dan bakpia miliknya yang dirintis bersama sang istri, Rubiyati (44).

“Kediaman kami ini sekaligus menjadi rumah produksi wingko dan bakpia Prasojo,” kata Untung, mengawali perbincangan.
Tak hanya rumah produksi wingko dan bakpia, di tempat itu juga terlihat sejumlah usaha Untung yang lain seperti toko sembako, toko sepatu dan tas. Nama Prasojo dipakai Untung lantaran dalam Bahasa Jawa memiliki arti bersahaja. Untung kemudian bercerita, usaha wingko dan bakpia yang dirintis tahun 2018 itu menjadi upaya sang istri untuk mandiri.
“Istri saya sebelumnya kerja di rumah produksi wingko dan bakpia. Lalu ingin berdiri sendiri,” ucapnya.

Meski sudah mengantongi keahlian membuat wingko, namun menurut Untung, istrinya Rubiyati perlu beberapa waktu untuk mendapat resep yang pas. Berulangkali mencoba dan berulang kali gagal, keduanya tak putus asa hingga benar-benar menemukan cita rasa yang pas di lidah. Wingko Prasojo pun dibuat dengan jumlah terbatas, kemudian dipasarkan melalui toko sembakonya.
“Alhamdulillah laris, banyak yang suka,” kata Untung.

Sejumlah tetangga kemudian meminta Untung memproduksi wingko Prasojo dalam jumlah banyak. Mereka siap membantu proses produksinya lantaran membutuhkan tambahan penghasilan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Untung pun mengiyakan.
“Bismillah, saya niat membantu mereka,” ucap bapak dua putra ini.

Tanpa disangka, produksi wingko Prasojo terus berkembang. Dari yang awalnya hanya setengah kilogram bahan, kini meningkat signifikan menjadi 1.000 wingko per hari. Bahkan bila sedang ramai pesanan, jumlah produksi wingko Prasojo bisa sampai 3.000-4.000 per hari.
Tak berhenti sampai di situ saja, Untung mengembangkan usaha dengan memproduksi bakpia. Usaha ini pun berkembang pesat dengan jumlah produksi saat ini sekitar 1.000 hingga 4.000 butir per hari. Untung memasarkan produknya melalui rumah produksi di Sidomulyo dan outlet kedua di Margosari, yakni di jalur baru SMK N 2 Pengasih menuju Polres Kulonprogo. Selain itu, ia juga memasarkan produknya secara online dengan mengirim ke beberapa daerah se-Indonesia seperti Solo, Jakarta, Aceh dan Batam.
“Pemasaran paling banter ya buat bingkisan acara hajatan,” ucapnya.

Produk Prasojo baik bakpia maupun wingko memang layak bertengger di pasaran Kulonprogo. Sebab selain enak, dua camilan ini juga bertekstur renyah di luar namun lembut di dalam. Apalagi, Untung tidak membanderol mahal produknya, hanya Rp 14.500 untuk wingko dengan kemasan isi 10 bungkus dan Rp 17.500 untuk bakpia dengan kemasan isi 15 butir.

Untuk memenuhi permintaan pasar, Untung kini dibantu sedikitnya 10 karyawan. Diakuinya, cukup banyak produsen wingko dan bakpia di Kulonprogo yang siap menjadi kompetitor produknya. Namun para pelaku usaha itu, tidak pernah dianggap Untung sebagai saingan.
“Rezeki kan sudah diatur. Kalau memang jatahnya saya, ya pasti produk saya yang laku,” pungkasnya. (Unt)

Read previous post:
KREASI POT TANAMAN ANGGREK: Berbahan Sabut Kelapa lebih Murah

ANGGREK termasuk jenis tanaman hias yang dapat dijadikan hiburan saat ada wabah virus corona. Selain anggrek jenis tanaman lain pun

Close