Penjualan Turun 50 Persen, AirKu Gandeng Fasilitas Kesehatan

WATES (HARIAN MERAPI) – Jumlah penjualan air mineral dalam kemasan milik Kulonprogo, AirKu, mengalami penurunan signifikan selama pandemi Covid-19. Penurunan penjualan AirKu yang dirasakan PDAM Tirta Binangun bahkan mencapai 50 persen dari kondisi normal.

Direktur Utama PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Jumantoro menyampaikan, saat ini penjualan AirKu hanya berkisar Rp 150 juta per bulan. Jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dibanding kondisi normal yang mencapai Rp 320 juta per bulan.

“Penurunannya berkisar 40 persen bahkan 50 persen. Ini untuk semua kemasan, baik penjualan di Kulonprogo maupun luar daerah,” kata Jumantoro, Rabu (5/8).

Hal itu, lanjutnya, merupakan dampak pandemi Covid-19 yang berbuntut pada peniadaan acara-acara dengan banyak orang atau pengumpulan massa, baik rapat, hajatan maupun event lainnya. Padahal menurut Jumantoro, kebutuhan konsumsi acara-acara ini lah yang mendominasi penjualan AirKu, terutama di lingkungan Pemkab Kulonprogo.

“Kami lakukan perbaikan pemasaran secepatnya agar pendapatan PDAM dari penjualan AirKu segera normal,” tegasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan PDAM yakni dengan mengembangkan pemasaran, menggandeng rumah sakit dan puskesmas se-Kulonprogo untuk menggunakan AirKu.

Terpisah, Direktur RSUD Nyi Ageng Serang (NAS), dr Sandrawati menyampaikan, rumah sakit yang dipimpinnya sudah menggunakan AirKu. Bahkan, penggunaan air mineral asli Kulonprogo ini sudah cukup lama dilakukan RSUD NAS. “Sudah lama pakai, sejak Pak Hasto jadi bupati,” katanya.

Meski demikian, dr Sandra mengaku belum mendapat fasilitas dispenser dari PDAM Tirta Binangun. Jika nantinya benar-benar diberikan, pihaknya siap menerima dan menggunakan fasilitas tersebut. (Unt)

Read previous post:
Motor Tanpa Lampu Picu Tabrakan Beruntun

Close