Sapi Sumbangan Jokowi untuk Warga Kalibawang Sempat Lepas

KULONPROGO (HARIAN MERAPI) – Sapi kurban sumbangan dari Presiden Joko Widodo untuk Kulonprogo telah disembelih, Sabtu (1/8). Daging sapi berbobot 930 kilogram ini kemudian dibagikan kepada 600 KK warga Pedukuhan Paras Kalurahan Banjarasri Kalibawang.

Penyembelihan sapi dari Presiden Jokowi dilakukan di Masjid Al-Iman Kisik-Paras, dengan disaksikan warga setempat. Sebelum disembelih, petugas dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates telah melakukan pemeriksaan.

Takmir Masjid Al-Iman, Mardi Santoso mengatakan, proses penyembelihan sapi sumbangan Presiden Jokowi melibatkan tim jagal dari Pedukuhan Degan, Banjararum yang diundang secara khusus. Pertimbangannya, lantaran sapi tersebut berukuran besar sehingga membutuhkan orang-orang berpengalaman.

Sehari sebelumnya, sapi sumbangan Presiden Jokowi sempat lepas karena tali yang mengikat di kepalanya terputus. Meski sudah ditempatkan di bawah pohon, sapi tersebut tetap kepanasan sehingga lepas sampai rumah dinas bupati. Sapi berhasil dikendalikan dan dikirim ke lokasi penyembelihan.

Presiden Jokowi menyumbangkan due ekor sapi kurban bagi warga DIY pada peringatan Idul Adha 1441 H. Satu sapi yang diberi nama Gombloh berumur 3,5 tahun disumbangkan ke Kulonprogo memiliki berat 1 ton 3 kg. Gombloh merupakan sapi peranakan Simental berwarna coklat yang diambil dari peternak di Sedayu, Bantul dengan harga Rp 87 juta.

Satu sapi lainnya diberi nama Sonar, yang berjenis sama diberikan ke Istana Kepresidenan Yogyakarta. Sonar memiliki berat 1 ton dan berumur 3,5 tahun diambil dari peternak di Cangkringan, Sleman dengan harga Rp 78 juta.

Pemilik sapi Gombloh, Rika Daru Effendi (28), peternak asal Argomulyo, Sedayu mengaku kaget sapinya dipilih Jokowi untuk disumbangkan sebagai hewan kurban.

Sementara pemilik sapi Sonar, Sulistyo Hadi (35) mengaku sudah dua kali sapi miliknya terpilih kembali sebagai hewan kurban Presiden. Tahun lalu sapinya yang diberi nama si Black berbobot 1,185 ton juga dijadikan hewan kurban. (Unt/C-4)

Read previous post:
Berangkat ke Pertapaan Majalima di Kaki Gunung Merapi

Mulailah perang tanding lomba watangan antara Jaka Sangkan dan Raden Panji Sumirang, keduanya memang trampil bermain senjata sambil naik kuda.

Close