Belum Banyak Panitia Ajukan Rekomendasi Tempat Penyembelihan Hewan Kurban

WATES (HARIAN MERAPI) – Pelayangan Surat Edaran (SE) Bupati Kulonprogo tentang ketentuan tempat pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1441 H masih minim respons. Hingga saat ini, belum banyak warga atau panitia yang mengajukan surat rekomendasi ke Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) sebagai syarat penggunaan tempat penyembelihan hewan kurban di luar Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R).

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Kulonprogo Sutedjo telah mengeluarkan SE yang berisi imbauan agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan di RPH-R. Sedangkan tempat penyembelihan di luar itu bisa digunakan namun dengan disertai surat rekomendasi dari DPP.

“Dua hari lalu, belum ada yang mengajukan manual. Sementara yang mengajukan secara online ada enam panitia,” kata Kepala DPP Kulonprogo, Muh Aris Nugraha, Rabu (8/7).

Angka pengajuan ini, lanjut Aris, masih jauh lebih kecil bila dibandingkan jumlah tempat penyembelihan hewan kurban di Kulonprogo yang mencapai 1.200 pada tahun lalu. Ia berharap, masyarakat segera bergerak cepat mengajukan surat rekomendasi ke dinas agar segera ditindaklanjuti.

“Petugas akan survei ke lapangan untuk melihat lokasinya apakah layak menjadi tempat penyembelihan hewan kurban atau tidak. Tempat yang digunakan juga harus sesuai dengan aturan selama pandemi Covid-19. Jika ada yang perlu dibenahi, akan kami sampaikan,” kata Aris.

Hal yang sama juga terjadi pada tempat penjualan hewan kurban. Aris menyebut, baru ada dua tempat penjualan yang mengajukan surat rekomendasi dari dinas.

Namun beruntung, tempat penjualan hewan kurban di Kulonprogo tersentral di rumah peternak dan pedagang. Tidak seperti daerah lain yang berjajar di pinggir jalan sehingga Aris meyakini pemantauan di Kulonprogo akan lebih mudah. “Kami harap saat penutupan pengajuan rekomendasi tahap pertama pada 15 Juli nanti semua bisa masuk. Tapi ini masih bisa diperpanjang,” ujarnya.

Meski demikian, Aris mengklaim respons masyarakat terkait SE Bupati Kulonprogo terbilang baik. Ada sejumlah kalurahan yang sudah mengundang dinas untuk memberikan sosialisasi. Dinas kemudian menindaklanjuti agar masyarakat lebih paham tentang penyembelihan hewan kurban selama pandemi Covid-19.

Terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Aris menegaskan pihaknya akan menerjunkan tim pemantau ke tempat penjualan dan penyembelihan. Hewan-hewan kurban akan diperiksa, serta dipastikan tidak terkena antraks. “Harus dibuktikan dengan surat kesehatan hewan,” ucapnya. (Unt)

Read previous post:
Garda Depan Puskesmas Jalani Tes Usap Dahak

Close