Ubur-ubur Terdampar di Daratan, Pengunjung Pantai Diminta Waspada

WATES (HARIAN MERAPI) – Pengunjung pantai harus berhati-hati. Sebab saat ini, sepanjang pantai di Kulonprogo sedang banyak ubur-ubur. Bahkan, ubur-ubur yang sudah terdampar di daratan masih mungkin hidup dan bisa menyengat.

Ubur-ubur yang terdampar di kawasan pantai Kulonprogo cukup merata dari kawasan Pantai Trisik hingga ke Pantai Congot. Hewan ini memiliki racun sehingga jika menyengat manusia bisa menimbulkan rasa sakit bahkan sampai pingsan. Beruntung, tidak banyak korban yang ditimbulkan lantaran kondisi pantai sedang sepi pengunjung.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, Jumat (3/7) mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru menerima satu laporan terkait sengatan ubur-ubur kepada pengunjung pantai. Meski demikian, pihaknya tetap mewanti-wanti agar pengunjung pantai berhati-hati.

“Memang belum banyak laporan terkait sengatan ubur-ubur. Kemungkinan karena kondisi pantai sedang sepi pengunjung. Kebanyakan pengunjung hanya datang untuk bersepeda sore hari dan menikmati suasana di pemecah ombak,” katanya.

Aris menambahkan, jumlah kunjungan pantai biasanya meningkat saat akhir pekan. Jika kondisi pantai mulai ramai, maka potensi terjadinya sengatan ubur-ubur menjadi meningkat. Apalagi, Pantai Glagah sudah mulai didatangi pengunjung dari luar daerah.

“Kami terus memantau banyaknya ubur-ubur yang mendarat demi keselamatan pengunjung pantai. Biasanya, hewan ini muncul saat perubahan musim, sekitar Juli dan Agustus. Kawanan ubur-ubur akan datang dan mendarat di pantai saat suhu dingin,” jelasnya.

Terkait pengunjung yang tersengat ubur-ubur, menurut Aris merupakan anak-anak. Ia tersengat ubur-ubur yang sudah mendarat, namun tidak mengalami luka serius. Aris menegaskan, ubur-ubur yang sudah terdampar di daratan memang masih bisa hidup dan berpotensi untuk menyengat.

Namun, sengatannya tidak sekuat saat masih hidup di air. Biasanya, orang yang tersengat ubur-ubur akan merasakan demam hingga sesak napas. Sengatan akan berakibat fatal jika korban memiliki penyakit bawaan.

Salah satu pengunjung Pantai Glagah, Andi Priantono (33) menyampaikan, dirinya baru pertama kali melihat ubur-ubur dan sedikit terkejut karena yang terdampar di daratan cukup banyak. Warga Sleman yang berlibur di pantai bersama keluarganya ini juga belum mengetahui banyak informasi terkait bahaya sengatan ubur-ubur.

“Banyaknya ubur-ubur di pantai membuat kami lebih hati-hati,” ujar Andi. (Unt)

Read previous post:
DAGING AYAM TEMBUS RP 42 RIBU PERKILO-Harga Tertinggi Sejak 15 Tahun Terakhir

Close