PNS Kulonprogo Kompak Borong Cabai Petani

WATES (HARIAN MERAPI) – Harga cabai hasil panen petani di Kulonprogo anjlok di angka Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram. Penyebabnya, jumlah pasokan hasil panen petani ke Jakarta menurun signifikan setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berdampak pada penurunan permintaan cabai di berbagai sektor. Agar petani tidak merugi, para aparatur sipil negara (ASN) di Kulonprogo kompak memborong hasil panen cabai tersebut dengan harga Rp 10.000 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Muh Aris Nugroho menyampaikan, kebutuhan cabai di Jakarta yang sebagian disuplai dari Kulonprogo biasanya berkisar 80-100 ton per hari. Namun dengan kondisi wabah Covid-19, permintaan cabai menurun menjadi 20-25 ton perhari. Tidak hanya di Kulonprogo, kelebihan produksi akibat penurunan permintaan ini juga terjadi di seluruh Indonesia sehingga berdampak pada anjloknya harga cabai.

“Harga murah akan membuat petani merugi sehingga mungkin saja tidak bisa tanam lagi,” kata Aris, Jumat (5/6).

Sebagai solusi, Pemkab Kulonprogo melalui DPP kemudian menggandeng Aspartan Kulonprogo untuk menggelar aksi borong cabai hasil panen petani. Aksi solidaritas dan kepedulian kepada petani yang bertujuan untuk mendongkrak harga cabai ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program Bela Beli Kulonprogo. Aksi borong ini bahkan didukung ASN Pemda DIY.

Aris mengungkapkan, harga beli oleh ASN mencapai Rp 10.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dari harga beli tengkulak atau lelang pasar yang hanya Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per kilogram. Ia juga mengklaim, antusias ASN terbilang tinggi. Terbukti dalam waktu sehari saja, cabai yang terbeli mencapai 1.570 kilogram. Atas keberhasilan gebrakan ini, ke depan akan ditambah pangsa pasar secara online serta penerapan teknologi pengolahan atau pengeringan cabai di Kulonprogo sebagai solusi anjloknya harga cabai.

“Proses pengeringan cabai adalah pengurangan kadar air sehingga bakteri pembusuk tidak dapat hidup dan kerusakan dapat ditekan. Cabai bisa disimpan sampai harga membaik,” jelasnya.

Aksi borong cabai para ASN ditanggapi positif para petani. Rupingi misalnya, berterimakasih karena terbantu dengan aksi tersebut. Sejak Lebaran, harga cabai terpuruk, bahkan sempat menyentuh angka Rp 3.400 per kilogram hingga membuat petani merugi karena hasil penjualan hanya cukup untuk membayar buruh petik. “Idealnya harga cabai di atas Rp 10.000,” katanya.

Rupingi menambahkan, produksi cabai di Kulonprogo bisa mencapai 30 ton per hari. Pihaknya berharap, harga cabai bisa kembali normal sehingga petani tidak merugi. (Unt)

Read previous post:
Warga Terharu Bisa Salat Jumat Lagi

Close