600 Santri Nurul Haromain Berlebaran di Pondok

SENTOLO (HARIAN MERAPI) – Ratusan santri di pondok pesantren Kulonprogo tidak melaksanakan mudik pada Lebaran tahun ini. Kebijakan pondok pesantren tersebut diambil sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Hal itu terungkap dalam kunjungan silaturahmi Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar ke Pondok Pesantren Nurul Haromain, Tuksono Sentolo, Rabu (20/5). Dalam kunjungannya, kapolda meninjau pelaksanaan protokol kesehatan sekaligus memberikan bantuan.

Kunjungan Kapolda diterima Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haromain, KH M Sirodjan Muniro AR. Usai pelaksanaan kunjungan, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk meninjau pelaksanaan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19.

“Kami mengapresiasi karena pondok pesantren ini telah menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya, yakni physical distancing, memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan pengecekan suhu badan. Seluruhnya dilakukan dalam setiap aktivitas di pondok,” katanya.

Selain itu, pada perayaan Lebaran tahun ini, Pondok Pesantren Nurul Haromain juga tidak mengizinkan para santrinya pulang ke kampung halaman. Saat ini, ada sekitar 600 santri yang merayakan Lebaran di Pondok Pesantren Nurul Haromain. “Ini juga untuk mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Kombes Pol Yulianto juga menyebut, pemberian bantuan merupakan inisiatif dari Kapolres Kulonprogo untuk memperhatikan pondok pesantren. Bantuan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Nurul Haromain di antaranya 4 ton beras, 2,5 kuintal gula dan 5.000 masker.

Menanggapi pemberian bantuan itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyampaikan terimakasih kepada Kapolda DIY. Ia meminta agar bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk keperluan para santri dengan sebaik-baiknya.

“Terimakasih. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” ucapnya. (Unt)

Read previous post:
Jelang Lebaran, Gepeng Tambah Banyak di Jalanan Yogya

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Gelandangan dan pengemis (gepeng) makin banyak bermunculan di jalanan Kota Yogyakarta menjelang Lebaran yang berbarengan dengan

Close