Finalis Dimas Diajeng Kulonprogo 2020 Gelar Aksi Sosial Cegah Corona

MESKI 30 nama finalis sudah dikantongi panitia, namun proses pemilihan Dimas Diajeng Kulonprogo 2020 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diambil sebagai upaya memutus rantai penyebaran Virus Corona di Kulonprogo.

Menyikapi kebijakan penundaan proses pemilihan, finalis Dimas Diajeng Kulonprogo 2020 tak tinggal diam. Sembari menunggu proses pemilihan, 30 pendaftar terbaik ini justru berperan aktif dalam memutus rantai penyebaran Virus Corona dengan menggelar sejumlah aksi. Hal ini patut diapresiasi, mengingat aksi sosial tersebut dilakukan para finalis tanpa harus menyandang status sebagai Duta Wisata Kulonprogo.

Aksi sosial para calon duta wisata ini dilakukan dengan membagikan masker kepada sejumlah orang yang beresiko tertular Covid-19 lantaran masih beraktivitas di luar rumah. Pihak sasarannya yakni pedagang pasar, petani dan pekerja harian lainnya.

Koordinator aksi, Ramadan Gangsar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 800 masker non medis atau masker kain. Masker ini kemudian dibagikan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kulonprogo.

“Para finalis Dimas Diajeng membagikan masker di kapanewon masing-masing. Sebab, mereka lebih tahu, siapa saja yang membutuhkan,” kata Rama.

Saat membagikan masker, para finalis Dimas Diajeng juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Di antaranya soal penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta langkah-langkah sederhana untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Rama bahkan menyebut, Finalis Dimas Diajeng juga berencana untuk menyerahkan bantuan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat untuk relawan yang bertugas di Posko Dekontaminasi Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo di Taman Budaya Kulonprogo (TBK). Selain itu, mereka juga akan membantu realisasi pemasangan tempat cuci tangan portable di sejumlah titik keramaian di Kulonprogo.

“Semoga semua aksi sosial yang dilakukan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Aksi sosial yang digelar para finalis Dimas Diajeng Kulonprogo disambut baik masyarakat sasaran. Salah satu pedagang di Pasar Cikli, Kapanewon Temon, Sumarni, mengapresiasi aksi para finalis Dimas Diajeng Kulonprogo. Menurutnya, sejumlah pedagang di Pasar Cikli memang masih membutuhkan masker agar lebih aman ketika berinteraksi dengan pembeli ataupun sesama pedagang.

“Saya baru punya satu masker kain. Jadi ini bisa untuk ganti agar lebih aman,” ucapnya. (Unt)

Read previous post:
PMI GUNUNGKIDUL SUKARELA TERIMA 13 JENAZAH PASIEN CORONA-Datang Dinihari pun Langsung Dimakamkan

Close