Anggaran Perjalanan Dinas ASN Pemkab Kulonprogo Dipangkas untuk Penanganan Corona

WATES (HARIAN MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyiapkan anggaran percepatan penanganan Covid-19 di wilayah ini sebesar Rp 25,8 miliar. Anggaran ini diambil dari pemangkasan perjalan dinas aparatur sipil negara (ASN) hingga pembatalan renovasi kantor kecamatan dan masjid.

“Awalnya, anggaran penanganan Covid-19 ini sebesar Rp 21 miliar, tetapi setelah dilakukan peninjauan kembali APBD 2020 dan potensi proyek tidak bisa dikerjakan menjadi Rp 25,8 miliar,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kulonprogo, Triyono, Minggu (5/4).

Adapun sumber-sumber anggaran penanganan Covid-19, yakni dana perjalan dinas sebesar Rp 20 miliar dipangkas 25 persen, sehingga mendapat Rp 4,9 miliar. Kemudian, biaya rehabilitasi kantor kecamatan sebesar Rp 1,6 miliar, rehabilitasi interior kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Rp 141 juta, pembatalan pembangunan Jembatan Sanden Rp 286 juta, pembatalan pembangunan IPAL komunal Rp 144 juta, pembatalan peningkatan jaringan irigasi Bendo-Klepu Rp 1 miliar, dan pembatalan pembangunan taman di sebelah perlintasan kereta api sisi barat Rp 207 juta, serta anggaran untuk program CPNS Rp 1,3 miliar.

Selanjutnya, anggaran penangan Covid-19 berasal dari penundaan renovasi Masjid Agung sebesar Rp 5 miliar, dan pembatalan pengadaan tanah pengembangan Kota Wates baru Rp 10 miliar. Jadi total anggaran untuk penangan Covid-19 di Kulonprogo sebesar Rp 25,8 miliar.

“Anggaran ini bisa bertambah, tergantung perkembangan kondisi penyebaran dan upaya pencegahan Covid-19. Pemkab juga sudah menyiapkan pos-pos anggaran lain bila dibutuhkan, seperti menunda pengadaan tanah pengembangan Kota Wates baru,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Triyono mengutarakan, anggaran Rp 25,8 miliar tersebut rencananya dialokasikan untuk RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang untuk mengadaan alat pelindung diri (APD) Rp 4,5 miliar, penambahan nutrisi petugas medis, dan pengadaan ruang isolasi Rp 2,2 miliar, kemudian sarana dan prasrana di ruang isolasi Rp 358 juta, dan asrama tenaga medis Rp 650 juta. Total anggaran untuk RSUD Wates sebesar Rp 8,1 miliar dan RSUD Nyi Ageng Serang Rp 4,5 miliar. Kemudian Dinas Kesehatan untuk puskesmas untuk pengadaan APD, masker dan disinfektan Rp 526 juta.

“Kami minta rumah sakit untuk membuat laporan yang dapat dipertanggungjawabkan. Total anggaran untuk RSUD Wates, RSUD Nyi Ageng Serang dan Dinas Kesehatan sebesar Rp 13,1 miliar. Sisa anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 12,5 miliar ini untuk cadangan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mengharapkan RSUD Wates, RSUD Nyi Ageng Serang dan Dinas Kesehatan segera mencairkan anggaran untuk kebutuhan yang bersifat mendesak dan sangat penting, seperti APD, penambahan nutrisi tenaga medis dan lainnya.

Ponimin hanya berpesan supaya segala sesuatu pengeluarkan dibukukan secara administrasi dan tertulis supaya dapat dipertanggungjawabkan nantinya. Jangan sampai menjadi persoalan hukum dikemudian hari, baik di internal dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (*)

Read previous post:
ASAL MULA TOMBAK BARU KUPING (3-HABIS) – Lidah Dipotong Berubah Jadi Mata Tombak

"Bapak…, bapak, keluarlah, ini anakmu sudah dewasa, ingin menjengukmu. Keluarlah Bapak…" kata ular itu. Ki Ageng Wonoboyo pun keluar, dan

Close