Pemuda Kulonprogo Bergerak, Bantu Sediakan Sarana Cuci Tangan di Pasar

SERUAN pemerintah kepada warga untuk tetap tinggal di rumah demi memutus rantai penyebaran virus Corona, tak bisa dipatuhi semua orang. Sebab saat ini, masih cukup banyak masyarakat yang harus keluar rumah demi memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Salah satu tempat yang menjadi jujugan memenuhi kebutuhan adalah pasar tradisional.

Sebagai jalan tengah, sejumlah pemuda Kulonprogo berupaya meminimalisir resiko penyebaran virus Corona dengan membantu masyarakat di luar rumah untuk mencegah penularan. Mereka menyediakan sarana cuci tangan di sejumlah fasilitas umum untuk diakses masyarakat. Sarana cuci tangan portable ini kemudian diletakkan di sudut-sudut strategis pasar tradisional, seperti Pasar Wates dan Pasar Bendungan.

Salah satu pemuda, Nosa Pramana menyampaikan, gerakan bertajuk Kulonprogo Bakoh ini berangkat dari keprihatinan pihaknya lantaran di sejumlah pasar belum tersedia fasilitas atau sarana untuk membersihkan diri. Padahal, hal ini penting sebagai salah satu cara mencegah penyebaran virus Corona.

“Tempat cuci tangan portable ini kemudian kami distribusikan ke sejumlah pasar tradisional yang masih beroperasi ketika pandemi Corona,” kata Nosa.

Sarana cuci tangan portable ini, dibuat para pemuda dengan menggunakan ember bekas cat. Ember dicuci bersih kemudian dipasangi kran, lalu dilengkapi dengan sabun cuci tangan.

Dia menyampaikan pembuatan tempat cuci tangan portable didanai oleh sejumlah dermawan. Donasi yang terkumpul dibelikan sejumlah perlengkapan seperti ember, kran, sabun cuci tangan, botol sabun serta kursi plastik untuk meletakkan ember berisi air bersih.

Tak hanya menyalurkan tempat cuci tangan portable, para pemuda ini juga memberikan edukasi kepada para pedagang pasar terkait cara cuci tangan yang baik dan benar. Tata cara mencuci tangan yang baik dan benar juga dibuat dalam bentuk stiker, kemudian ditempel pada ember tempat cuci tangan.

“Sebelumnya, kami juga sudah membagikan hand sanitizer gratis,” ucap Nosa.

Nosa berharap, aksi para pemuda bisa mengerakkan komunitas-komunitas di Kulonprogo untuk bertindak serupa. Tidak hanya sarana cuci tangan, bantuan-bantuan lain juga dibutuhkan masyarakat selama pandemi Corona.

Petugas keamanan Pasar Wates, Wahyu, mengapresiasi langkah pemuda yang telah memberikan bantuan sarana cuci tangan. Sebab, Pasar Wates menjadi salah satu tempat yang dikunjungi banyak orang sehingga memerlukan perhatian khusus terkait dengan kebersihan.

“Tempat cuci tangan memang masih terbatas di sini. Bantuan yang diberikan sangat berarti,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, pihak pengelola Pasar Wates juga telah berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus Corona. Di antaranya dengan menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh sudut pasar. (Unt)

 

Read previous post:
Anggaran Perjalanan Dinas ASN Pemkab Kulonprogo Dipangkas untuk Penanganan Corona

Close