Nyadran Agung Ditiadakan

WATES (HARIAN MERAPI) – Pemkab Kulonprogo tidak akan menggelar tradisi Nyadran Agung jelang Ramadan tahun ini. Keputusan tersebut diambil untuk mencegah penyebaran virus corona di Kulonprogo.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluyo menyampaikan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Forkompimda Kulonprogo dan pihak terkait. Hasilnya, disepakati bahwa tradisi Nyadran Agung ditiadakan tahun ini.

“Mengingat penyebaran virus Corona semakin luas, kami memutuskan meniadakan Nyadran Agung,” kata Untung, Rabu (1/4).

Ia menambahkan, peniadaan Nyadran Agung ini sesuai dengan instruksi Gubernur DIY, Sri Sultan HB X tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Covid-19 serta surat edaran Bupati Kulonprogo nomor 440/1197. Pihaknya juga telah mengeluarkan surat pemberitahuan terkait ditiadakan kegiatan Nyadran Agung 2020 agar diketahui masyarakat luas.

“Kita tidak mungkin memaksakan warga untuk berkumpul dalam kegiatan Nyadran Agung di bawah ancaman wabah Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kulonprogo, Astungkoro mengusulkan agar dana Nyadran Agung 2020 dialihkan untuk kegiatan lain. Ia menyebut, ada sejumlah hal yang kini membutuhkan kucuran dana besar, seperti antisipasi Covid-19 di Kulonprogo.

“Dinas diharapkan menjalin komunikasi dengan provinsi terkait hal ini,” ucapnya. (Unt)

Read previous post:
Raup Untung dari Produksi Masker Perca

Close