Jam Buka Kuliner Diubah, Gencarkan Layanan Antar

UPAYA mencegah maupun memutus rantai Covid-19 di masyarakat dapat diterapkan dengan berbagai cara. Berbagai pihak juga berupaya dapat menerapkannya, baik social distancing maupun physical distancing, termasuk para pengelola lokasi kuliner.

Sebagai contoh sejak pertengahan Maret 2020 tak ada lagi kegiatan seperti rapat-rapat, syukuran pernikahan maupun kopi darat (kopdar)yang melibatkan banyak orang. Ketika ada yang membatalkan acara-acara seperti tersebut, pihak pengelola kuliner juga bisa memaklumi, sebab hal tersebut termasuk langkah bijaksana serta sesuai anjuran pemerintah.

Ada pula yang merubah jam buka lokasi kuliner, bahkan perlu menutup untuk sementara waktu usaha kuliner, sampai situasi benar-benar kondusif atau bebas dari virus corona. Alasan lainnya juga ketika buka, belum tentu ada banyak konsumen atau malah menjadikan rugi sebab biaya operasionalnya lebih mahal.

Seperti halnya kuliner Gubuk Makan Iwak Kalen Group, saat ini yang buka dari pukul 11.00 (tak dari pagi) sampai 20.00, hanya empat tempat. Sedangkan yang tutup sementara, misalnya di kompleks Kampung Flory, Nambongan, Wates dan Cebongan.

“Sehubungan dengan anjuran dari pemerintah perihal social distancing, maka Gubuk Makan Iwak Kalen Group hanya membuka gerai terbatas. Jamnya juga dirubah dari pukul 11.00 sampai 20.00 saja,” ungkap salah satu pengelola Iwak Kalen, Pamuko kepada Merapi, kemarin.

Adapun yang tetap buka, yaitu Iwak Kalen Godean Sleman, Sumilir Nogotirto Gamping, Bok Renteng Balangan Minggir dan Banyu Bening Kenteng Nanggulan Kulonprogo. Kebijakan ini berlaku sejak 23 Maret sampai 31 Maret 2020, dan akan ditinjau ulang melihat situasi serta kondisi terkait dengan wabah Covid-19.

Sementara itu menurut Manager Puri Mataram Sleman, Angga P, sejak awal Maret 2020 mengalami banyak penurunan konsumen. Bahkan ada ratusan pemesan tempat (resevarsi) dicancel dahulu, misalnya acara rapat, kopdar dan walimahan sampai dengan Juni 2020.

“Masa darurat virus corona seperti telah ditetapkan pemerintah sampai 29 Mei 2020, tapi efeknya bisa jadi sampai Juni 2020,” urainya sembari menambahkan, untuk membantu warga yang merasa susah mencari makan, pihaknya menerapkan delivery order.

Sedangkan menurut pengelola Soto Sapi Pak TD di kawasan Sidoarum Sleman, Adikara, pada pertengahan Maret lalu masih ada satu konsumen melaksanakan acara syukuran pernikahan di tempatnya. Sebagian tamu sudah menyadari seputar Covid-19, sehingga ada yang memakai masker serta menjaga jarak. Setelah pertengahan Maret, sudah tak menerima lagi untuk rapat-rapat sampai syukuran pernikahan yang mendatangkan banyak orang.

“Alhamdulillah, kalau penjualan soto masih berjalan baik, konsumen peminat soto juga masih datang dari berbagai kalangan,” ungkap Adi. (Yan)

Read previous post:
BIKIN RESAH WARGA SLEMAN-Pencuri Gondhol HP Hingga Mobil di 2 Kecamatan

NGEMPLAK (MERAPI)- Tim Gabungan Resmob Polsek Ngemplak dan Depok Timur berhasil mengamankan dua orang anggota komplotan pencuri yang meresahkan warga

Close