GKR Hemas Pantau Perkembangan YIA

WATES (HARIAN MERAPI) – Pelaksanaan proyek strategis nasional di Kulonprogo termasuk pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) tak lepas dari pengamatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Bandara internasional baru tersebut ditargetkan mampu menjadi pintu masuk kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Anggota Komite I DPD RI, GKR Hemas di Ruang Menoreh Kompleks Pemkab Kulonprogo, Senin (16/12). Istri dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X ini menyampaikan, tujuan kunjungannya untuk memantau proses pembangunan infrastruktur yang ada di YIA.

“Kami ingin mengetahui proses pembangunan yang ada di Kulonprogo, khususnya YIA. Dalam proyek strategis nasional, pembangunan bandara ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi wisatawan lokal maupun mancanegara menuju Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah,” kata Hemas.

Dalam kesempatan ini, Hemas juga menyampaikan beberapa hal pokok yang menjadi perhatian DPD RI. Salah satunya UU MD3 Pasal 29 tentang aturan Perda dan Pra Perda. Ia menegaskan, UU MD3 perlu dikritisi sehingga DPD RI hadir di Pemkab Kulonprogo untuk meminta masukan yang akan dijadikan bahan pertimbangan di sidang DPD RI.

“Tugas kami memberikan masukan kepada pemerintah berkaitan dengan UU MD3. Maka dari itu kami berkunjung ke sini untuk meminta masukan dari Pemkab Kulonprogo terkait keluh kesah yang ada agar bisa kita serap aspirasi tersebut dan kita bahas di DPD,” urainya.

Staf Ahli Bupati Kulonprogo Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Bambang Sutrisno mengatakan, Pemkab Kulonprogo memiliki program prioritas untuk lima tahun ke depan. Kelimanya yakni konektifitas bandara dengan moda transportasi, pembuatan underpass kemiri III, pengembangan kota Wates baru, program Bedah Menoreh, serta rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan DIY dan Jawa Tengah.

“Saat ini Pemkab Kulonprogo melalui Dinas PUPR dan Bappeda sedang berada pada tahap pembebasan lahan dan ganti rugi yang nantinya akan digunakan untuk membangun infastruktur pendukung YIA seperti jalan tol dan jalur kereta api,” jelasnya.

Pemkab Kulonprogo, lanjutnya, juga berkeinginan untuk mengembangkan sektor pariwisata seperti membuat UKM Center Umbul Rejo, pembangunan pasar klithikan dan membangun asrama haji di Triharjo. Harapannya, semua aspek yang ada baik transportasi dan pariwisata dapat terintegrasi dengan baik sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi perekonomian masyarakat. (Unt)

Read previous post:
Blangkon Asal Sleman Tetap Eksis

BLANGKON identik sebagai penutup kepala dan dipasangkan dengan pakaian tradisional, masih bisa tetap eksis di masyarakat sampai saat ini. Sejumlah

Close