SOAL OKNUM KADES KORUPSI-Bupati Kulonprogo Wanti-wanti Aparat Desa

WATES (HARIAN MERAPI) – Bupati Kulonprogo Sutedjo angkat bicara terkait dugaan kasus korupsi yang terjadi di Desa Banguncipto Kecamatan Sentolo. Sutedjo mewanti-wanti agar kasus yang menyeret Kepala Desa dan Bendahara Desa Banguncipto itu menjadi perhatian serius bagi perangkat desa lainnya.

Seperti diketahui, Kepala Desa Banguncipto, HS (55) beserta bendahara Desa Banguncipto, SM (60) diduga menyelewengkan dana desa dengan total kerugian negara Rp 1,150 miliar selama kurun waktu 2014-2018. Atas peristiwa ini, Sutedjo meminta agar perangkat desa juga ASN Kulonprogo selalu bertindak sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Kami minta ungkap kasus ini menjadi peringatan bagi aparat pemerintah desa. Bagaimanapun, hukum harus ditegakkan,” tegasnya, Minggu (8/12).

Bupati menambahkan, tidak ada alasan sedikitpun bagi semua aparatur untuk tidak bertindak sesuai koridor hukum yang berlaku. Kejadian ini harus menjadi pemicu bagi semuanya, termasuk aparat pemerintah desa agar jangan sampai keluar dari regulasi. “Dalam bekerja, harus berpedoman pada peraturan perundangan yang ada,” imbuhnya.

Terhadap proses hukum dugaan kasus korupsi di Banguncipto, Sutedjo menghormati dan menyerahkan semua kepada pihak yang berwenang. Sebagai antisipasi terjadinya kasus serupa, Sutedjo siap melakukan pembinaan kepada aparat pemerintah desa di Kulonprogo.

“Sebenarnya apa yang sudah kami lakukan dalam pembinaan tidak kurang. Aparat desa sudah dibina agar bekerja sesuai regulasi yang ada. Tapi ke depan akan terus ditingkatkan,” katanya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kulonprogo, Noviana Permanasari menyampaikan, Tim Penyidik telah menyita sejumlah uang dari Kas Desa Banguncipto sebagai salah satu barang bukti dugaan korupsi tersebut. Uang sebesar Rp 227.006.789 itu disita dari kas desa yang disimpan di rekening PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar Kulonprogo, Kecamatan Wates.

“Uang sitaan itu juga sudah dimasukkan ke rekening penampung titipan perkara tindak pidana korupsi di Bank BRI Cabang Wates,” katanya.

Novi menjelaskan, uang tersebut merupakan bagian dari total rasuah APBDes Banguncipto sebesar Rp 1,150 miliar. Kedua tersangka sempat menggunakan uang itu, tapi belakangan dikembalikan ke kas desa setelah kasus ini mencuat.

Sementara itu, Kepala Kejari Kulonprogo, Widagdo Mulyono Petrus menyampaikan, jajarannya sudah diinstruksikan untuk bergerak cepat menyelesaikan kasus ini. Setelah proses penyidikan rampung dan semua berkas perkara terpenuhi, proses selanjutnya yakni melimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Mudah-mudahan bisa segera selesai,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
Tabrakan Adu Banteng dengan Pikup, Pengendara Motor Terlempar

BANTUL (MERAPi)- Tabrakan motor dan pikup terjadi di Jalan Jetis -Barongan tempatnya Dusun Denokan, Trimulyo, Jetis, Bantul Minggu (8/12) dinihari.

Close