DUKUNG PRODUKSI CABAI KULONPROGO-Kelompok Tani Sido Dadi Minta Perbaikan Jalan

GALUR (HARIAN MERAPI) – Petani yang tergabung dalam Kelompok Sido Dadi, Dusun Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, mengeluhkan kondisi jalan di sekitar lahan pertanian mereka. Saat ini, kondisi jalan yang menjadi akses pertanian cabai tersebut masih rusak.

Ketua Kelompok Tani Sido Dadi, Ngatimin menyampaikan, kondisi jalan di sekitar lahan pertanian Trisik masih lembek atau belum keras. Kondisi ini dianggap menjadi kendala akses moda transportasi saat musim panen.

“Kami berharap, pemerintah bisa turun tangan memperbaiki jalan tersebut agar lebih keras, mulus dan bagus,” kata Ngatimin, Minggu (8/12).

Perbaikan jalan yang dilakukan, lanjutnya, bisa mempermudah akses transportasi hasil pertanian. Terlebih saat ini, produksi cabai di lahan pertanian Trisik sangat bagus, mencapai 21 ton per hektar pada satu musim.

“Kami juga minta agar upaya pemasangan listrik di lahan pertanian dipermudah,” ucapnya

Ngatimin menjabarkan, panen cabai lahan pertanian Trisik dimulai pada awal Desember ini. Panen raya yang digelar Jumat (6/12), bahkan dihadiri Dirjen Hortikultura dan Bupati Kulonprogo. Ngatimin menyebut, total lahan garapan petani seluas 120 hektare, dengan lahan panen 40 hektare.

Selain hasil panennya baik, harga cabai petani juga terbilang bagus. Di tingkat pasar lelang, harga cabai mencapai Rp 15.000 perkilogram atau naik Rp 3.000 dari sebelumnya Rp 12.000 perkilogram. Harga cabai dapat berubah setiap hari sesuai hasil lelang. “Hasil panen kami dipasarkan ke Semarang, Jakarta, Jambi dan Palembang,” imbuh Ngatimin.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, Pemkab selalu berupaya membantu petani dalam meningkatkan produktivitas cabai. Di antaranya, dengan memberikan bantuan saprodi benih, pupuk dan mulsa, seluas 50 hektare untuk cabai keriting dan 20 hektare untuk cabai rawit.

Terkait keluhan kondisi jalan, Pemkab sudah membangun jalan produksi hortikultura di beberapa titik dengan total sepanjang 2.000 meter. Selain itu, pembangunan jaringan irigasi perpompaan dan jaringan irigasi air tanah dangkal juga dilakukan, bahkan pembangunan bangsal pasca panen cabai dan kelengkapan saran pasar lelang cabai. “Semua itu dilakukan secara bertahap,” katanya.

Sutedjo menambahkan, Kelompok Tani Sido Dadi mendapat fasilitas pengembangan cabai keriting seluas 10 hektare dari Tugas Pembantuan Hortikultura Tahun Anggaran 2019. Bantuan ini hanya bersifat stimulan, sehingga kelompok tani diharap untuk mengembangkan agar bermanfaat untuk anggota.

Sementara itu, saat menghadiri panen raya, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Dirjen Hortikultura, Mardiyah Hayati berpesan agar produksi cabai mampu memenuhi kebutuhan sepanjang waktu. Dua hal yang perlu diperhatikan yakni pengaturan pola tanam dan efisiensi biaya usaha tani. (Unt)

Read previous post:
KEMAH CERIA KB/TKA NYAI AHMAD DAHLAN-Ajarkan Nilai Kerja Sama Kelompok

PULUHAN anak terlihat antusias menyorakkan yel-yel semangat kelompoknya masing-masing. Nama kelompok dan gerakan tangan mengepal dan kata yes beberapa kali

Close