Penyandang Disabilitas Terima Bantuan

KETERBATASAN fisik bukan halangan untuk mandiri. Agar bisa berdaya tanpa harus bergantung pada orang lain, para penyandang disabilitas di Kulonprogo mendapat bantuan kemandirian dari pemerintah pusat. 

Pemberian bantuan ini bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Ibu 2019 yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo. Kepala Dinsos P3A Kulonprogo, Yohanes Irianta menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan ini bekerjasama dengan Bapel Jamkesos DIY.

“Tujuannya untuk membantu para penyandang disabilitas di Kulonprogo,” katanya.

Dalam kesempatan itu, lebih dari 120 penyandang disabilitas Kulonprogo diberi pelayanan kesehatan. Mereka berkesempatan mendapat pemeriksaan gratis meliputi pemeriksaan kesehatan umum, dokter spesialis dan penyediaan alat bantu.

Kepala Balai Wiyata Guna Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Darsono menyampaikan, pemerintah terus berupaya untuk mendorong para penyandang disabilitas khususnya sensorik netra agar lebih mandiri.  Dalam waktu dekat, penyandang disabilitas sensorik netra di Kulonprogo akan diberikan bantuan peningkatan usaha.

“Sedikitnya 20 orang akan menjadi sasaran. Pemberian bantuan kemandirian meliputi usaha klinik pijat dan warung kelontong,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan menyelenggarakan kegiatan rehabilitasi sosial di luar panti. Dengan demikian, Pemkab Kulonprogo diharapkan ikut mendorong agar usaha mereka lebih berkembang.

“Terima kasih atas komitmen Pemkab Kulonprogo dalam mendorong upaya pemenuhan hak-hak para penyandang disabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kulonprogo Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eka Pranyata mengatakan, melalui kegiatan ini para penyandang disabilitas dapat memperoleh hak di berbagai sektor. Hari Disabilitas internasional menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah untuk meneguhkan komitmen bersama pihak terkait termasuk masyarakat dalam memperoleh hak disabilitas di berbagai sektor.

Kegiatan yang bertema Indonesia Inklusi disabilitas Unggul ini dinilai sebagai bukti bahwa penyandang disabilitas dapat mengakses pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, mendapatkan nutrisi, perlindungan sosial dan terpenuhi hak-hak lainnya. Dengan demikian, mereka bisa mandiri, menjadi SDM yang unggul, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Berdasarkan data, penyandang disabilitas di Kulonprogo per 1 Juni 2018 sebanyak 5.621 orang. Kita harus proaktif dalam melayani mereka,” kata Eka. (Unt)

Read previous post:
Tiba-tiba Jalan Sendiri, Pikup Nyemplung Sungai

UMBULHARJO(MERAPI)- Sebuah mobil Pikup AB-8552-IS tiba-tiba berjalan sendiri dan nyemplung aliran Sungai Gajah Wong di Jalan Sidobali Muja-muju Umbulharjo Yogya,

Close