Siswa Adu Ketangkasan Bermain Egrang

SERU dan semarak. Suasana ini tergambar dalam acara Lomba Budaya Kemataraman tingkat SMP yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo di Alun-Alun Wates, Rabu (13/11). Segenap siswa yang terlibat dalam sejumlah kegiatan olahraga, dengan menggunakan alat permainan tradisional berupa egrang bambu.

Adapun jenis lomba dalam even ini tiga jenis olahraga, yakni lari egrang, sepakbola egrang dan gobag sodor. Ratusan siswa dari 70 SMP/MTs se-Kulonprogo antusias mengikutinya.? Kian unik, para siswa tak terlihat kesulitan saat harus berlari menggunakan egrang. Mereka justru tertawa penuh kegembiraan, meski peluh membasahi seluruh badan.

An’im Sholahuddin Zamzami, misalnya, siswa dari MTs Ma’arif Jangkaran, Temon semula terlihat gugup saat menunggu giliran di pinggir lapangan. Pada kesempatan ini, An’im didapuk sekolahnya untuk menjadi peserta lomba lari egrang.

“Sudah latihan beberapa kali, sempat jatuh-jatuh juga kemarin,” ungkapnya.

Meski terlihat sedikit gugup saat menunggu giliran lomba, An’im tetap berusaha menenangkan diri. Hingga saat namanya dipanggil panitia, ia bisa melenggang dengan mantap menuju garis start. Sesaat setelah lomba dimulai, tawa lepas pun terlihat di wajah An’im karena merasakan keseruan dalam lomba lari egrang.

“Seru sekali bisa adu cepat dengan peserta lainnya,” kata An’im.

Di sudut lapangan yang lain, gelak tawa dan teriakan terdengar riuh mewarnai keseruan jalannya pertandingan sepakbola egrang. Puluhan siswa berebut bola untuk dimasukkan ke gawang lawan. Langkah para siswa dalam mengejar dan berebut bola tidak lah mulus, karena sesekali harus terjatuh dari egrang bambu.

“Ini seperti futsal. Masing-masing tim menerjunkan enam pemain?,” kata Suwando, Koordinator Pelaksana Panitia Lomba Budaya Kemataraman dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran PJOK tingkat SMP se-Kulonprogo.

Pelaksanaan lomba, menurutnya, berawal dari adanya kurikulum pendidikan karakter di Kulonprogo. Pihaknya kemudian diminta menulis buku tentang ekstrakulikuler kemataraman? yang akan menjadi modul di semua sekolah. Disebutkannya, ada empat poin yang ditekankan dalam kurikulum pendidikan karakter di sekolah, yakni Kridha Kemataraman, Kriya Kemataraman, Seni Budaya Kemataraman dan Sastra Kemataraman. 

“Lomba ini termasuk Kridha Kemataraman,” ucapnya.

Secara umum, sistem yang diberlakukan dalam Lomba Budaya Kemataraman sama dengan olahraga biasa. Hanya saja, para siswa diminta menggunakan egrang, yakni pada lomba lari 50 meter dan sepakbola. Sementara gobag sodor tidak menggunakan egrang karena membutuhkan gerakan tangan dan kaki. (Unt)

Read previous post:
CEGAH SERANGAN TERORIS-Anggota Polisi Tak Boleh Patroli Sendirian

DEPOK (MERAPI)- Polda DIY bakal memperketat pengamanan di kantor polisi pasca ledakan bom Medan. Selain pengamanan, polisi juga bakal lebih

Close