Bentuk Karakter Lewat Belajar di Luar Kelas

PARA siswa MAN 2 Wates, Kulonprogo, terlihat lebih bersemangat, Kamis (7/11). Pasalnya, hari itu mereka mendapat kesempatan untuk melaksanakan kegiatan belajar di luar kelas yang dirasa lebih seru dan menyenangkan. Program belajar di luar kelas tahun ini dilaksanakan serentak di 134 negara se-dunia. Di Indonesia, pelaksanaannya meliputi 15.000 sekolah dengan empat juta siswa.

“Tujuannya, agar anak merasa nyaman dan tidak bosan karena terus terusan belajar di dalam ruangan. Kami harap pelaksanaannya tidak hanya sehari saja, tapi rutin secara berkala,” kata Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil Informasi dan Partisipasi Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Lies Rosdianti, di sela acara.

Dalam kegiatan belajar di luar kelas yang digelar di MAN 2 Wates, ada sejumlah nilai yang ditanamkan. Di antaranya, senyum salam sapa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, cuci tangan sebelum makan, berdoa bersama, serta sarapan sehat bersama dengan bekal dari orangtua. Selain itu, ada pula pemeriksaan lingkungan, mematikan lampu, peralatan listrik dan kran air yang tidak digunakan, membaca buku juga simulasi bencana.

“Ada pula senam germas, permainan tradisional, deklarasi sekolah ramah anak dan sebagainya,” imbuh Lies.

Kegiatan belajar di luar sekolah, menurut Lies, melibatkan sejumlah dinas dan kementerian terkait. Diharapkan, setelahnya akan terwujud generasi yang hebat dan tangguh mengingat tantangan yang dihadapi ke depan semakin berat.

Di sisi lain, kegiatan ini juga berkaitan erat dengan perwujudan sekolah ramah anak untuk menuju kabupaten/ kota, provinsi dan Indonesia ramah anak. Ditargetkan, Indonesia ramah anak bisa terwujud pada 2030 mendatang.

Dipilihnya MAN 2 Wates sebagai sasaran kegiatan belajar di luar sekolah disambut baik kepala madrasah setempat, Anita Isdarmini. Dirinya mengklaim, MAN 2 Wates sudah merintis madrasah ramah anak sejak 2016 dengan menggali potensi anak, mendengarkan mereka, serta melaksanakan kegiatan ekspresi dan pembentukan karakter.

“Anak-anak kami biasakan membawa bekal dari rumah, menerapkan 3S yakni senyum salam sapa serta menjaga ketertiban,” ujar Anita.

Para siswa MAN 2 Wates, bahkan selalu diingatkan tentang pendidikan Islam seperti berkata lembut dan sopan serta mendapat pendampingan dari guru. Diharapkan, dengan ini para siswa bisa tergali potensinya, sementara madrasah bisa menjadi tempat yang nyaman bagi mereka dalam belajar akademik dan pengembangan diri.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Madrasah, Kemenag DIY, Muntholib menyampaikan, nilai-nilai dalam kegiatan belajar di luar kelas akan diteruskan pihaknya ke madrasah lain se-DIY. Dirinya menilai, program tersebut bernilai positif untuk meningkatkan mutu pelayanan anak-anak.

“Kegiatan ini menyenangkan sehingga akan membangkitkan semangat anak-anak dalam belajar. Ke depan, diharapkan bisa diikuti dengan program lain yang mampu memotivasi anak-anak sebagai generasi muda sehingga bisa terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” urainya. (Unt)

Read previous post:
ilustrasi
Catut Nama Kapolres Sleman, Penipu Gagal Kelabui Kades

SLEMAN (MERAPI)- Sindikat penipu yang mengatasnamakan Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah gagal menipu sejumlah Kades di Sleman. Pelaku meminta uang

Close