Kulonprogo Cetak Sawah Baru 40 hektare

WATES (HARIAN MERAPI) – Program cetak sawah baru di Kulonprogo pada tahun ini ditargetkan seluas 40 hektare. Lokasinya berada di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang dan Nanggulan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Muh Aris Nugraha menyampaikan, saat ini luas area persawahan di Kulonprogo mencapai 11.047 hektare. Pihaknya menargetkan, cetak sawah baru nantinya bisa mencapai 350 hektare sebagai pengganti area persawahan yang terdampak pembangunan.

“Dari sekian itu, sudah tercetak seluas 135 hektare di Pengasih, Sentolo, Nanggulan untuk penanaman padi, bawang merah, palawija dan tanaman pangan lainnya. Tahun ini cetak sawah baru ditargetkan 40 hektare kemudian tahun depan ditambah 50 hektare,” kata Aris, Minggu (13/10).

Dijelaskan Aris, program cetak sawah baru seluas 40 hektare di Kecamatan Nanggulan, Kalibawang dan Samigaluh saat ini telah masuk tahap pembersihan lahan dan ditargetkan rampung sebelum musim hujan tiba. Setelahnya, saat hujan mulai turun, program ini sudah masuk tahap penanaman padi. “Dengan demikian, ketersediaan air bisa tercukupi untuk proses penanaman,” katanya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Kulonprogo, Tri Hidayatun menambahkan, proses pembersihan lahan dilakukan secara mandiri oleh para petani di wilayah sasaran dengan pendanaan dari APBD. Mereka tergabung dalam empat kelompok, yakni Kelompok Tani Danurejo, Dusun Brangka Banyuroto Nanggulan seluas 13 hektare, Kelompok Tani Maju Tresno, Dusun Tanggulangin Tanjungharjo Nanggulan seluas 8 hektare, P3A Tirto Rahayu, Dusun Promasan Banjaroya Kalibawang seluas 13 hektare serta Kelompok Tani Sidodadi, Dusun Ngaran 2 Banjarsari Samigaluh seluas 6 hektare.

“Para petani bergotong royong membersihkan bebatuan dan kayu di lahan yang akan dijadikan sawah baru. Proses ini juga melibatkan alat berat seperti ekskavator,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju Tresno, Dusun Tanggulangin, Tanjungharjo, Nanggulan, Ngatiran mengatakan, proses pembersihan lahan di wilayahnya berlangsung lancar. Proses pembersihan yang dilakukan sejak awal Oktober tersebut saat ini sudah mencapai 20 persen.

“Kami optimis proses pembersihan lahan bisa selesai tepat waktu, ditargetkan pada 30 Oktober mendatang. Setelahnya, akan dilanjutkan dengan proses penanaman padi,” ungkap Ngatiran. (Unt)

Read previous post:
3.000 Peserta Ikuti Lomba Burung Berkicau Piala Walikota V

RIBUAN burung ngoceh atau berkicau di halaman kompleks Balaikota Yogyakarta Minggu (13/10). Suara ocehannya terdengar silih berganti dari dalam sangkar

Close