Kube Batik Sekar Canting Berdayakan Ibu Rumah Tangga

MESKI belum lama terbentuk, namun keberadaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Batik Sekar Canting sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh ibu-ibu rumah tangga anggotanya. Mereka yang semula hanya mengandalkan penghasilan kepala keluarga, kini menjadi berdaya.

Kube Batik Sekar Canting merupakan wadah bagi ibu-ibu rumah tangga Desa Gulurejo Kecamatan Lendah untuk berwirausaha secara bersama-sama. Anggotanya 50 orang, terdiri dari ibu-ibu rumah tangga seluruh dusun di Gulurejo. Kelompok usaha tersebut baru terbentuk pada 2019 ini, namun telah berhasil membuktikan manfaat perkembangannya.

Dalam event Manunggal Fair 2019 di Taman Budaya Kulonprogo (TBK), Kube Batik Sekar Canting berkesempatan memamerkan produk andalannya. Salah satu anggotanya, Ngatini menyampaikan, rumah produksi Kube Batik Sekar Canting berada di Dusun Mendiro. Anggotanya tersebar di lima dusun yang ada, masing-masing berjumlah 10 orang.

“Seluruh anggota adalah ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak berdaya,” kata Ngatini.

Dalam kegiatannya, Kube Batik Sekar Canting memproduksi kain batik berbagai motif. Mulai dari motif khas Kulonprogo yakni geblek renteng hingga motif lain seperti sekar jagat dan wahyu temurun diproduksi kelompok ini. Warna yang dipilih pun beragam, dari gelap hingga terang.

Aktivitas Kube Batik Sekar Canting yakni memproduksi batik secara kelompok untuk dijual lewat kelompok, kemudian keuntungannya kembali ke kelompok. Menurut Ngatini, ibu-ibu rumah tangga yang menjadi anggota Kube Batik Sekar Canting memproduksi batik di dusun masing-masing. Namun pewarnaannya, masih dilakukan bersama-sama, yakni jadi satu di rumah produksi Mendiro.

“Batiknya tulis asli. Memang kami melayani batik cap dan kombinasi, tapi tetap mengutamakan tulis,” ujarnya

Dalam sehari, masing-masing anggota bisa memproduksi satu lembar kain batik. Dengan demikian, total produksi Kube Batik Sekar Canting mencapai 50 lembar per hari. Namun untuk motif yang sulit, pembuatannya membutuhkan waktu sekitar dua hari.

Batik-batik tersebut kemudian dipasarkan melalui media sosial dengan harga Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per lembar. Meski demikian, Kube Batik Sekar Canting juga memiliki showroom di Gulurejo serta kerap menitipkan produk ke instansi terkait. Diakui Ngatini, tingkat penjualan produk kelompoknya belum terlalu banyak karena kelompok ini belum lama beroperasi. Namun dalam beberapa event, Kube Batik Sekar Canting kerap menerima pesanan untuk pembuatan seragam. Kelompok ini selalu mengutamakan kualitas warna dalam produknya.

“Kami berani jamin, pewarnaan yang digunakan berkualitas. Batik ini tidak luntur dan kualitas warnanya tetap bagus meski sudah dicuci berulang kali,” ucap Ngatini.

Meski belum genap satu tahun berdiri, keberadaan Kube Batik Sekar Canting sudah dirasakan manfaatnya oleh para anggota. Menurut Ngatini, ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak berdaya, kini memperoleh penghasilan tambahan dari produksi dan penjualan batik. Mereka mampu meningkatkan perekonomian keluarga dengan tambahan penghasilan yang didapatkan.

“Hanya saja, kami masih terkendala pemasaran. Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu,” pungkas Ngatini. (Unt)

Read previous post:
Menilai Kebaikan Orang

GARA-GARA telur ayam enam butir, Pak Jalidu jadi buah bibir orang sekampung. Semudah itu orang memberikan barang miliknya kepada orang

Close