Kulonprogo Terapkan Teknologi Jarwo Super

GALUR (HARIAN MERAPI) – Untuk mendukung gerakan percepatan tanam dalam Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale), Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo menerapkan teknologi Jajar Legowo (Jarwo) Super.

Penerapan teknologi ini dilakukan secara simbolis dengan penanaman padi menggunakan mesin tanam padi transplanter bersama Kelompok Tani Cipta Boga VII di Bulak Wetan Nampan, Kranggan, Galur, Senin (23/9).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Muh Aris Nugraha menyampaikan, penggunaan mesin tanam padi transplanter diyakini mampu mendorong percepatan pertanian di wilayah Galur. Begitu juga dengan penerapan teknologi jarwo super secara keseluruhan, dapat meningkatkan produktivitas padi di Kulonprogo.

Aris menjabarkan, lima penerapan teknologi Jarwo Super adalah penggunaan bibit unggul yang berpotentensi menghasilkan tanaman unggulan, penerapan bio komposer, penggunaan pupuk hayati, pengendalian hama dan penyakit tanaman terpadu menggunakan pestisida alami serta mekanisasi pertanian.

Teknologi ini diyakini dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan jumlah panen padi di daerah Galur agar jumlah ketersediaan pangan meningkat. “Sehingga tingkat perekonomian rakyat terutama petani juga akan meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, Dr Arlina Budi selaku perwakilan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY menyampaikan, kendala yang dihadapi petani memerlukan solusi bertahap. Awalnya, harus dilakukan identifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui masalah utamanya.

“Apakah serangan hama atau cara penanamannya. Jika sudah diperoleh hasil identifikasinya, barulah dikaji penanganannya sehingga bisa diterapkan secara maksimal,” kata Arlina. (Unt)

Read previous post:
Simulasi Bencana Tsunami di Karangwuni

GEMPA besar yang melanda wilayah Kulonprogo, Senin (23/9), begitu mengejutkan masyarakat setempat. Tampak wajah-wajah panik terutama di wilayah pesisir selatan,

Close