Ratusan Sapi Adu Kualitas Reproduksi

LEBIH dari 100 peternak se-Kulonprogo berkumpul di Pasar Hewan Terpadu, Pengasih, Selasa (17/9). Mereka datang dengan membawa hewan ternak kesayangannya, yakni sapi potong dan kambing Peranakan Etawa (PE).

Kedatangan para peternak ini, bukan tanpa alasan. Mereka berniat mengikuti kontes sapi potong dan kambing PE yang digelar Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) setempat.

Ternak yang dikonteskan pun tidak sembarangan. Selain berbadan besar dan tegap, sapi potong dan kambing PE ini juga dalam kondisi sehat bugar serta mampu bereproduksi dengan baik untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas.

Marwanto (36) misalnya. Peternak dari Sukoreno Sentolo ini membawa sapi putih kesayangannya yang berusia 2,5 tahun. Sapi milik Marwanto tampak sehat dengan badan besar dan tegap.”Ini klangenan saya,” katanya.

Marwanto tertarik untuk ikut kontes sapi potong karena berniat andil dalam peningkatan populasi sapi berkualitas di Kulonprogo. Kontes ini bukan yang pertamakali diikutinya. Pada tahun-tahun sebelumnya, ia pernah mengikuti kontes yang sama bahkan menyabet gelar Juara II dan III se-Kulonprogo. Sapi yang dikonteskannya saat itu, kemudian dijual dengan harga Rp 40 juta dan 50 juta. Kepemilikan sertifikat sebagai pemenang kontes memang sangat berpengaruh terhadap harga sapi.

“Mudah-mudahan yang ini juga menang. Perawatannya relatif gampang. Hanya dimandikan dua hari sekali, dijemur di bawah sinar matahari serta diberi makan yang bergizi,” jelasnya.

Dalam kontes, sedikitnya ada 130 sapi potong dan kambing PE yang menjadi peserta. Hewan-hewan ini ditimbang berat badannya serta diperiksa kondisi fisiknya. Masing-masing hewan ternak bersaing untuk memperebutkan gelar juara.

Kabid Peternakan, DPP Kulonprogo, Nur Syamsu Hidayat menyampaikan, kontes sapi potong dan kambing PE sudah rutin digelar dengan tujuan meningkatkan populasinya di Kulonprogo. Tahun ini, pelaksanaan kontes ditambah dengan kegiatan panen pedet yang diikuti sekitar 400 ekor. Panen pedet dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan Upsus Siwab atau Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting yang merupakan program pusat untuk meningkatkan populasi dan produksi, serta memperbaiki reproduksi sapi di Kulonprogo.

“Kriteria yang dikonteskan yakni calon induk, induk, pejantan dan calon pejantan. Selain itu, ada juga penggemukan untuk sapi putih dan merah,” katanya.

Untuk menjaga kualitas ternak di Kulonprogo, DPP melakukan penjaringan demi mendapat ternak berkualitas A. Ternak tersebut dibeli dengan anggaran daerah untuk dihibahkan ke kelompok dan dipantai produktivitasnya.

“Ternak berkualitas baik kami jaga agar jangan sampai keluar dari Kulonprogo. Kuncinya adalah pemberian pakan yang baik untuk meningkatkan kualitas ternak melalui pengadaan konsentrat dan hijauan,” urai Nur Syamsu. (Unt)

Read previous post:
Perlintasan Sebidang Rawan Kecelakaan, PT KAI Gelar Sosialisasi

YOGYA (HARIAN MERAPI) - PT KAI Daop 6 Yogyakarta menggandeng pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan DIY, Pemda DIY, didukung PT Jasa

Close