Warga Kedungrong Manfaatkan Irigasi untuk Pembangkit Listrik

BAGI warga masyarakat Kedungrong, Samigaluh, Kulonprogo kebutuhan akan energi listrik bukan lagi menjadi masalah. Pasalnya selain memanfaatkan jaringan listrik konvensional melalui PLN, masyarakat juga memanfaatkan sumber energi listrik dari pembangkit listrik mini disebut Mikrohidro dengan memanfaatkan saluran irigasi Kalibawang yang melintas di dusun mereka sebagai penggerak turbin mini.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang sejak tahun 2012 telah beroperasi ini memiliki daya 18 KVA, telah dimanfaatkan oleh tidak kurang 40 KK yang setiap rumahnya mendapat aliran listrik sekitar 500 wath. Untuk biaya layanan listrik sebesar itu, warga hanya dipungut iuran Rp. 7000 setiap selapan sekali atau 35 hari, dengan rincian Rp. 5000 iuran perawatan jaringan dan turbin sedangkan Rp. 2000 iuran penerangan jalan kampung.

“Untuk pengurus tidak mendapatkan gaji, semua bekerja gotong royong dan padamu negeri alias kerja bakti,” tutur Suhadi, Ketua Kelompok PLTMH Kedungrong ketika ditemui Merapi beberapa waktu lalu.

Menurut Suhadi selain untuk penerangan rumah dan jalan, energi listrik murah ini juga dimanfaatkan oleh sebagian warga yang memiliki usaha untuk menggerakan mesin. Seperti usaha konveksi juga las listrik. Sehingga keberadaan PLTMH ini selain memberikan manfaat penerangan juga mampu menggerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Warga memang masih menggunakan listrik dari PLN sehingga di setiap rumah warga ada dua jaringan listrik. Kami belum punya alat stabilisator yang dapat menstabilkan energi arus listrik sampai ke rumah-rumah. Sehingga untuk peralatan elektronik kita sarankan untuk tidak memanfaatkan sumber energi ini,” tutur Rejo Handoyo penanggungjawab teknik PLTMH Kedungrong.

Ditambahkan Rejo, karena belum ada alat stabilisator energi listri arusnya memang tidak dapat stabil sehingga dapat merusak peralatan elektronik. Dijelaskan dia, gerak turbin sangat dipengaruhi dengan masukan pasokan air ke dalam mesin pembangkit. Ketika arus air di saluran besar maka daya gerak turbin pun semakin cepat. Namun bila terjadi pengusutan, maka gerak turbin akan sedikit melemah. Namun begitu dengan debit air rata-rata 7000 meter kubik/detik ternyata mampu mengahsilkan daya sekitar 18 KVA.

“Kita sudah punya dua turbin yang kalau keduanya difungsikan akan mengasilkan listrik yang lebih besar lagi dan bisa dimanfaatkan untuk satu desa. Sayangnya kita belum punya alat yang berfungsi untuk menggabungkan kedua turbin itu. Jadi selama ini selalu bergantian penggunaannya,” ucapnya.

Untuk ke depan PLTMH ini diharapkan dapat memberikan jangkauan yang lebih luar lagi hingga kampung kampung sebelah. Karena harga yang sedemikian murah dan tidak memunculkan polusi, sehingga ramah lingkungan. Teknologi ini menjadi salah satu sumber energi masa depan karena hampir disetiap desa memiliki saluran irigasi yang permanen dengan debit airnya pun lumayan besar, sehingga dapat dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik mini. (C-3)

MERAPI-TEGUH
Suhadi dan Rejo Handoyo berada di ruang turbin pembangkit listrik mikrohidro.

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Persiapan Piala Soeratin U-17 DIY, PSS Luncurkan Tim

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - PSS Sleman meluncurkan Tim U-17 yang akan diturunkan di ajang Piala Soeratin DIY U-17 di sebuah

Close