Produktivitas Meningkat, Lahan Pertanian Bawang Merah di Kulonprogo Diperluas

WATES (HARIAN MERAPI) – Produktivitas bawang merah di Kulonprogo sangat baik dengan hasil panen mencapai 4.970 ton pada 2018, dari lahan pertanian seluas 536 hektare. Pemerintah setempat berinisiatif memaksimalkan produktivitas komoditi tersebut, salah satunya dengan perluasan lahan dan penerapan mekanisme pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Muh Aris Nugraha menyampaikan, produksi bawang merah Kulonprogo pada tahun ini ditargetkan mencapai 6.130 ton. Sementara perluasan lahan pertaniannya, ditargetkan menjadi 612 hektare. Wilayah yang disasar perluasan lahan pertanian bawang merah berada di Kecamatan Sentolo, yakni Desa Srikayangan, Salamrejo, Tuksono dan Sukoreno.

“Bulak-bulak di wilayah Sentolo memang kami jadikan target perluasan area tanam bawang merah,” kata Aris, Minggu (18/8).

Selain perluasan lahan pertanian, produktivitas bawang merah di Kulonprogo juga dilakukan Pemkab dengan mekanisme pertanian. Anggaran dari Kulonprogo, DIY dan pusat dimaksimalkan untuk pemberian bantuan stimulan bagi petani seperti bibit atau benih. Para petani juga diminta dukungannya secara swadaya.

“Hasil panen mereka kualitasnya bagus, sudah banyak pedagang yang masuk ke kita, mengambil barang untuk didistribusikan ke kota-kota besar,” imbuh Aris.

Ketua Kelompok Tani Karang Makmur, Srikayangan Sentolo, Sumarno menambahkan, luas lahan pertanian milik kelompoknya berkisar 11 hektare, dikelola 53 orang. Sementara untuk seluruh Desa Srikayangan, luas lahan pertaniannya mencapai 253 hektare.

“Tapi memang tidak semuanya tanam bawang merah. Ada yang memilih cabai atau jagung. Di kelompok kami, hanya 26 orang yang tanam bawang merah,” kata Sumarno.

Ia berharap, ke depan jumlah petani yang menanam bawang merah semakin banyak. Selain hasilnya memuaskan, penanaman komoditi ini juga telah mendapat berbagai dukungan dari banyak pihak, mulai dari sarana produksi dan alat pengendalian hama, bibit, pupuk, perangkap hama, pompa air hingga irigasi.

Selain Sentolo, hasil panen bawang merah yang memuaskan juga dialami petani di lahan pertanian Maesan, Wahyuharjo Lendah. Hasil panen musim tanam pertama tahun ini cukup banyak, dengan kualitas bagus dan harga tinggi.

Salah satu petani di wilayah Maesan, Maryono mengatakan, hasil panen bawang merah sangat baik, mencapai 8-9 ton perhektare. Selain jumlahnya banyak, kualitas hasil panen petani juga bagus karena tidak diserang banyak ulat. “Ada hamanya tapi tidak banyak dan bisa diatasi dengan baik,” katanya.

Terkait harga hasil panen, menurut Maryono terbilang tinggi, mencapai Rp 19.000 perkilogram. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun lalu yang anjlok di harga Rp 8.000 perkilogram. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lolos Administrasi, 7 Calon Sekda dari PNS Pemkot Yogya

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Sebanyak 7 pendaftar calon sekretaris daerah (sekda) Pemkot Yogyakarta lolos seleksi administrasi. Semua pendaftar calon sekda

Close