Kulonprogo Usulkan Tiga Exit Tol

WATES (HARIAN MERAPI) – Pemkab Kulonprogo telah menyampaikan usulan terkait konsep tol yang akan dibangun melintasi wilayah ini. Pemkab mengusulkan adanya tiga exit tol yang dirancang mampu menampung lebih dari 500.000 kendaraan.

Kepala Bappeda Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki mengatakan, masukan mengenai konsep tol sebelumnya diminta Pemda DIY untuk kemudian diusulkan ke Direktorat Kementerian Bina Marga. Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan yang pasti dari pusat mengenai konsep tol tersebut.

“Kami mengusulkan konsep dengan tiga exit tol menuju sejumlah kawasan strategis di Kulonprogo, seperti RSUD Wates, kawasan Wates Baru, area industri Sentolo dan Yogyakarta International Airport (YIA),” kata Langgeng, Selasa (13/8).

Di sisi lain, saat ini Pemkab Kulonprogo telah memiliki Detail Engineering Design (DED) Pembangunan flyover yang menghubungkan jalan tol, jalan nasional dan RSUD Wates. Pembangunan flyover ini akan diupayakan agar bisa menggunakan anggaran dana keistimewaan. Sebab, ruas jalan dari rumah sakit menuju jalan nasional dan rencana tol itu masuk satuan ruang strategis keistimewaan Wates.

Langgeng menyebutkan, kebutuhan anggaran pembangunan flyover berdasarkan DED berkisar Rp 140 miliar. Nominal ini sudah termasuk dana pembebasan lahan dan proses pembangunan.

“Rp 140 miliar sudah cukup untuk membangun flyover mengingat lahan yang akan digunakan tidak terlalu luas, ditambah sudah ada akses jalannya. Nanti tinggal nanti kita lebarkan,” jelasnya.

Selain menunjang aksesbilitas RSUD Wates, keberadaan flyover juga diyakini akan memudahkan masyarakat Wates di sisi utara rel kereta api agar bisa langsung mengakses ke jalan nasional dan rencana jalan tol. Tembusannya direncanakan ikut jalan inspeksi ke sekitar wilayah tambak dengan jarak kurang dari 2 km.

“Target kami, 2021 sudah selesai proses pembebasan tanah dan konstruksinya,” imbuh Langgeng. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kurangi Ketergantungan pada Beras

WONOSARI (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berupaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai bahan konsumsi dan menggantinya dengan umbi-umbian. Kepala

Close